• Selasa, 9 Agustus 2022

Amankan Polisi yang Intimidasi Jurnalis di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Mabes Polri: Kami Mohon Maaf

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 13:30 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mohon maaf atas tindakan intimidasi yang dialami jurnis (polri.go.id)
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mohon maaf atas tindakan intimidasi yang dialami jurnis (polri.go.id)

Watyutink.com - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah mengamankan polisi yang melakukan intimidasi terhadap 2 jurnalis saat menjalankan tugasnya. Kedua jusnalis tersebut menjadi korban intimidasi saat sedang meliput rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Saat memberikan keterangan Jumat 15 Juli 2022, Dedi memastikan Biro Provos Divisi Propam Polri akan langsung melakukan penindakan terhadap polisi yang terbukti melakukan intimidasi. Tindakan tersebut menurut Dedi akan mendapat sanksi tegas. Dedi juga sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa jurnalis CNNIndonesia.com dan detik.com.

"Saya selaku Kadiv Humas tentunya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi, yang kemarin malam kebetulan menimpa dua teman media," kata ujar Dedi.

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan kedua media tersebut, yakni CEO detiknetwork Abdul Aziz, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari, Wapemred CNNIndonesia.com Ike Agestu dan Wapemred detikcom Elvan Dany Sutrisno.

Kepada pimpinan kedua media, Dedi menuturkan Polri sangat menyesalkan dan kecewa dengan tindakan anggotanya di lapangan. Menurutnya selayaknya polisi memahami tugas-tugas jurnalis yang dilindungi Undang-Undang. Dedi menegaskan jurnalis tidak boleh diintervensi saat melakukan tugasnya.

"Ke depannya kita harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan kita mitigasi bersama," imbuh Dedi.

Sementara itu Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari menyatakan kasus intimidasi terhadap jurnalisnya bukan kali pertama terjadi. Menurutnya pada Mei 2019 dan Oktober 2020 jurnalis CNN Indonesia juga pernah mengalami intimidasi bahkan tindakan kekerasan dari aparat keamanan.

Itulah sebabnya Titin berharap polisi serius dan berkomitmen agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Titin juga meminta kasus intimidasi ini diusut tuntas. Pasalnya beberapa kasus intimidasi yang pernah terjadi tidak jelas penyelesaiannya.

"Kasus ini akan ditindaklanjuti dengan proper, dengan baik dan kami akan mengawal itu," ucap Titin.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X