• Selasa, 9 Agustus 2022

Harga Pangan Dunia Melonjak 20 Persen Tahun Ini

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:22 WIB
Pangan Jagung (Humas Kementerian Pertanian RI)
Pangan Jagung (Humas Kementerian Pertanian RI)

Watyutink.comMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan harga pangan dunia melonjak 20 persen sampai akhir 2022.

“Harga pangan dunia melonjak hampir 13 persen pada bulan Maret 2022. Ini juga mencapai level tertinggi baru dan kemungkinan akan naik lebih jauh," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam High Level Seminar G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (15/7/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dunia menyaksikan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam masalah kelaparan global. Perang Rusia Ukraina dan memburuknya pembatasan ekspor memperparah dampak pandemi Covid-19. Akibatnya terjadi ketidaksesuaian permintaan pasokan dan gangguan pasokan, yang mendorong harga pangan dunia melonjak ke level tertinggi.

Menurut Sri Mulyani, ekonomi global kemungkinan akan terus menghadapi tantangan, sehingga harga pangan dunia pun akan tetap tinggi di masa mendatang. “Situasi saat ini diproyeksikan akan semakin memburuk dan ini bukan kabar baik bagi kita semua,” katanya.

Covid-19 yang belum terselesaikan, serta perang Rusia Ukraina yang sedang berlangsung berpotensi memperburuk situasi kerawanan pangan akut pada tahun ini, yang sebelumnya sudah parah.

Di tambah lagi dengan krisis pupuk yang juga berpotensi memperburuk dan memperpanjang krisis pangan, bahkan hingga tahun depan dan tahun berikutnya. Dengan begitu, ada urgensi dimana krisis pangan harus ditangani.

Sri Mulyani berpendapat pengerahan semua mekanisme pembiayaan yang tersedia segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat stabilitas finansial dan sosial. Hal ini riil dan mendesak, terutama bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang. “Kebijakan ekonomi makro yang baik dipandang masih perlu untuk dipertahankan," ujarnya.

Pembahasan ketahanan pangan dan krisis pangan bukanlah hal baru di dalam G20. Anggota G20 telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak serta mengambil langkah nyata dan kerja sama dengan organisasi internasional untuk mengatasi ketahanan pangan, terutama untuk negara yang membutuhkan.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia mendesak tindakan nyata untuk mengatasi kerawanan pangan yang meningkat dan berbagai tantangannya.

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X