• Jumat, 9 Desember 2022

Pastikan Tidak Ada Karantina, Kemenkes: Jamaah Haji Dipantau 21 Hari Setiba di Tanah Air

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 13:30 WIB
Jamaah haji embarkasi Jakarta disambut Menko PMK Muhadjir Effendy saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 16 Juli 2022 (kemenag.go.id)
Jamaah haji embarkasi Jakarta disambut Menko PMK Muhadjir Effendy saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 16 Juli 2022 (kemenag.go.id)

Watyutink.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan jamaah haji Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi tidak perlu melakukan karantina. Namun jamaah haji akan tetap dipantau kondiso kesehatannya selama 21 hari sejak tiba di tanah air. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis 14 Juli 2022.

Meski demikian, Budi menuturkan jamaah haji akan menjalani skrining atau pemeriksaan kesehatan setiba di debarkasi atau bandara. Jamaah akan menjalani pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Budi menuturkan pernyataannya sekaligus meluruskan kabar yang mengatakan para jamaah haji akan menjalani karantina selama 21 hari sesampai di Indonesia. Budi menegaskan waktu 21 hari bukankah karantina melainkan pemantauan kondisi kesehatan.

"21 hari itu adalah pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri, jadi bukan karantina," kata Budi di Mekkah, Arab Saudi.

Jika dalam 21 hari mengalami gangguan kesehatan, jamaah haji diminta segera melaporkan ke fasilitas kesehatan (faskes) setempat. Tindakan tersebut sebagai antisipasi dan deteksi dini terhadap kemungkinan penularan penyakit, seperti
Covid-19, Mers-Cov, meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).

Pemantauan juga dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jemaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi. Selama masa pemantauan jamaah haji akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah haji (K3JH). Kartu tersebut wajib dibawa jika jamaah haji akan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau faskes lainnya.

"Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jamaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH," ujarnya.

Budi menambahkan jika dalam waktu 21 hari tidak ada gejala gangguan kesehatan, para jamaah tetap diminta menyerahkan kartu K3JH ke puskesmas. Budi mengingatkan jamaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Caranya dengan  makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dsn selalu menjaga kebersihan diri setiba di kampung halaman.

"Untuk memastikan jamaah tetap sehat sekembalinya ke Tanah Air," kata Budi.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

RKUHP Disahkan, Pengamat: Indonesia Makin Mirip China

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:30 WIB
X