• Senin, 15 Agustus 2022

JK Buka Jalan untuk Anies Maju Pilpres 2024, Refly Harun: Hubungan Personal Mereka Kuat

- Minggu, 17 Juli 2022 | 12:55 WIB
Jusuf Kalla dan Anies Baswedan  (Instagram @aniesbaswedan)
Jusuf Kalla dan Anies Baswedan (Instagram @aniesbaswedan)

Watyutink.com - Pengamat politik Refly Harun mengatakan hubungan personal antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla cukup kuat. Hal itulah yang menyebabkan pria yang biasa disapa JK itu 'membuka jalan' bagi Anies mendapat tiket maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Refly menyebut hubungan personal JK dan Anies lebih kuat ketimbang dengan Partai Golkar. Meskipun JK tercatat parnah menjadi Ketua Umum Partai Golkar, namun menurut Refly hubungan dengan Anies lebih kuat. Sehingga dukungan JK untuk Anies tidak bisa dengan mudah dipatahkan oleh statusnya sebagai mantan pimpinan partai beringin itu.

Jk tercatat pernah memimpin Partai Golkar pada 2004-2009. Pada periode itu saudagar asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini juga menjabat Wapres mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selanjutnya pasa 2014-2019, JK kembali menjadi orang kedua di Indonesia mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih sebagai Presiden RI.

Saat berbicara di kanal YouTube pribadinya, Jumat 15 Juli 2022, Refly menerangkan hubungan personal lebih kuat dan tidak mudah terhapus karena hubungan institusional.

“Saya merasa hubungan personal JK lebih kuat dibandingkan hubungan institusional. Jadi JK ke Golkar itu hubungan institusional. Hubungan institusional itu mudah sekali patah, hilang, terhapus memorinya. Tapi hubungan personal itu yang tidak mudah terhapus memorinya,” kata Refly

Pakar hukum tata negara ini menambahkan setelah tak lagi memimpin Partai Golkar, JK tidak lagi terlalu ikut campur urusan internal partai yang pernah menjadi kendaraan Orde Baru itu. Bahkan saat Partai Golkar memilih Ketua Umum baru, JK tidak mau terlibat.

“Walaupun JK pernah menjadi Ketua Umum Golkar, tapi ketika sudah tidak lagi menjabat, sepertinya dia pun tidak cawe-cawe lagi dalam pemilihan ketua umum golkar. Malah yang terlihat cawe-cawe justru istana,” ungkapnya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto meminta Anies Baswedan berhati-hati dengan manuver Jusuf Kalla. Satyo menyebut langkah JK beberapa waktu terakhir belum tentu dilakukan untuk Anies.

Manuver JK menurut Satyo belum tentu benar-benar dilakukan untuk membuka jalan bagi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu di 2024. Pasalnya ungkap Satyo, JK bisa jadi masih terkait dengan Partai Golkar. Langkah JK
mungkin ada kaitan dengan upaya melanggengkan eksistensi Golkar sebagai partai pemerintah.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X