• Selasa, 9 Agustus 2022

Bawa Sejumlah Bukti, Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J

- Senin, 18 Juli 2022 | 12:55 WIB
Kamarudin Simanjuntak, kuasa keluarga Brigadir J
Kamarudin Simanjuntak, kuasa keluarga Brigadir J

Watyutink.com - Keluarga Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat secara resmi melaporkan adanya dugaan pembunuhan berencana. Hal ini terkait dengan peristiwa baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat 8 Juli 2022 lalu. Dalam kejadian itu Brigadir J meninggal dunia.

Diwakili kuasa hukumnya, Kamarudin Simanjuntak, keluarga Brigadir J mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin 18 Juli 2022. Kamarudin mengatakan kedatangannya untuk membuat laporan polisi soal dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.

"Kedatangan kita hari ini dalam rangka sebagai tim penasihat hukum dan atau juga kuasa dari keluarga almarhum Yoshua Hutabarat untuk membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana dugaannya pembunuhan berencana," ujarnya.

Kamarudin menjelaskan pihaknya menduga terjadi pelanggaran Pasal 340 KUHPidana juncto pembunuhan sebagaimana dimaksud Pasal 338 KUHP, juncto penganiayaan yang menyebabkan kematian orang lain juncto Pasal 351.

Kamarudin menambahkan selain pembunuhan berencana, pihaknya juga melaporkan tindak pidana lain, yakni pencarian barang pribadi Brigadir J berupa handphone. Selain itu juga tindakan peretasan atau penyadapan yang juga merupakan tindakan pidana.

"Kemudian dugaan pencurian dan atau penggelapan handphone sebagaimana dimaksud dalam 362 KUHPidana juncto Pasal 372, 374 KUHPidana, kemudian tindak pidana meretas dan atau melakukan penyadapan yaitu tindak pidana telekomunikasi," jelasnya.

Dalam laporannya, Kamarudin menyertakan beberapa barang bukti, salah satunya adalah keterangan yang berbeda yang disampaikan Polri dengan fakta yang ditemukan. Kamarudin juga menyertakan temuan adanya luka di jasad Brigadir J.

"Bukti-buktinya sudah kami bawa antara lain perbedaan keterangan konpers Bareskrim Polri atau Mabes Polri dalam hal ini Karo Penmas Polri kemudian berbeda dengan fakta yang kami temukan yaitu informasi yang diberikan adalah tembak menembak," ucapnya.

Kamarudin mengakui pasa jasad Brigadir J ditemukan bekas luka tembakan. Tapi ada pula luka sayatan dan luka di bawah mata. Hal ini menunjukkan adanya penganiayaan terhadap Brigadir J. Ada juga bekas jahitan di hidung, bibir, leher dan bahu sebelah kanan.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X