• Selasa, 9 Agustus 2022

Tak Hanya Irjen Ferdy Sambo, Pengacara Keluarga Brigadir J Minta Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi Dicopot

- Selasa, 19 Juli 2022 | 14:00 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto

 

Watyutink.com - Keluarga Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J meminta Mabes Polri tidak hanya menonaltifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam). Keluarga Brigadir J melalui kuasa hukumnya Kamaruddin Simanjuntak berharap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto juga dinonaktifkan.

Permintaan itu lantaran Kombes Budhi telah melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prosedur terkait peristiwa tembak menembak di rumah Irjen Ferdy Sambo yang berujung tewasnya Brigadir J. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menurut Kamarudin, Kombes Budhi tidak melibatkan tim Inafis.

Rumah Irjen Ferdy Sambo yang menjadi lokasi kejadian juga tidak dipasangi garis polisi atau police line. Kamarudin juga menyoroti sampai saat ini belum ada pihak yang dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

"Sampai sekarang belum ada tersangkanya, olah TKP tidak melibatkan inafis dan tidak memasang police line (di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, red)," ujar Kamaruddin saat memberikan keterangan Selasa 19 Juli 2022.

Hal itu menurut Kamarudin memunculkan anggapan Kombes Budhi turut merekayasa kejadian di rumah Irjen Ferdy Sambo yang berada di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Juli 2022 itu.

"Terkesan dia (Kombes Budhi, red) ikut merekayasa cerita-cerita yang berkembang itu," ujarnya Kamarudin.

Sementara itu pengacara keluarga Brigadir J yang lain, Johnson Pandjaitan juga meminta Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan juga diberikan tindakan yang sama. Johnson meminta Brigjen Hendra diganti.

Saat memberikan keterangan, Selasa 19 Juli 2022 Johnson menilai Brigjen Hendra turut menjadi bagian dari kejadian di rumah Irjen Ferdy Sambo. Pasalnya saat melakukan pengiriman jenazah, Brigjen Hendra melarang keluarga Brigadir J membuka peti jenazah.

"Karo Paminal itu harus diganti karena dia bagian dari masalah dan bagian dari seluruh persoalan yang muncul karena dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk (melarang, red) membuka peti mayat," ujar  Johnson.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X