• Senin, 15 Agustus 2022

Jokowi Minta Kasus Penembakan Brigadir J Segera Diungkap, Pengamat: Kapolri Bisa Dicopot

- Jumat, 22 Juli 2022 | 13:00 WIB
Presiden Jokowi minta Kapolri segera ungkap kasus penembakan Brigadir J  (setkab.go.id)
Presiden Jokowi minta Kapolri segera ungkap kasus penembakan Brigadir J (setkab.go.id)

Watyutink.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian seirus terhadap kasus tembak menembak di rumah Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Jokowi juga memerintahkan jajaran kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap siapa sebenarnya pembunuh Brigadir J.

Saat berbicara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 21 Juli 2022, Jokowi meminta pengungkapan kasus penembakan Brigadir J dilakukan secara terbuka dan transparan.

"Saya sudah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan. Sudah," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pentingnya transparansi. Hal ini agar tidak muncul keraguan terhadap institusi Kepolisian dalam mengungkap kasus yang menjadi sorotan publik itu.
Jokowi juga mengingatkan institusi Kepolisian harus selalu menjaga kepercayaan publik. 

"Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijagar," tutur Jokowi.

Sementara itu pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyebut posisi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tidak sepenuhnya aman. Kasus yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo bisa jadi menyebabkan Jenderal Listyo dicopot dari jabatan Kapolri.

Saat berbicara Kamis 21 Juli 2022, Bambang menjelaskan kasus penembakan Brigadir J menjadi pertaruhan bagi Kepolisian dan Kapolri. Pasalnya peristiwa penembakan polisi itu terjadi di rumah seorang petinggi polisi. Lantaran mempertaruhkan jabatannya, Jenderal Listyo pun segera membentuk tim khusus guna mengungkap kasus tersebut.

"Pertaruhannya adalah jabatan Kapolri sendiri karena institusi Polri harus tetap ada selamanya," kata Bambang.

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) ini mengatakan pengungkapan kasus penembakan Brigadir J menjadi pertaruhan bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Apakah masih layak menjadi orang nomor 1 di Korps Bhayangkara atau tidak. Jika tidak tuntas mengungkap kasus ini bukan tidak mungkin Jenderal Listyo akan dicopot dari jabatan Kapolri.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X