• Senin, 15 Agustus 2022

Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Usai, Polisi: Tidak Semua Informasi Harus Dibuka

- Rabu, 27 Juli 2022 | 14:00 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo  (YouTube )
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (YouTube )

Watyutink.com - Proses ekshumasi atau autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J pada Rabu 27 Juli 2022 di Rumah Sakit Sungai Bahar, Jambi telah usai dilaksanakan sekitar pukul 13.50 WIB. Setelah berlangsung selama 3 jam, jenazah Brigadir J dimasukkan dalam peti dan kembali dimakamkan.

Terkait hasil autopsi, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan nanti akan disampaikan oleh tim dokter forensik yang lebih ahli dibidang tersebut. Dedi menyebut dirinya tidak mempunyai kompetensi dan keahlian di bidang tersebut sehingga tidak berani menyampaikannya.

Saat memberikan keterangan Rabu 27 Juli 2022, Dedi menjelaskan nantinya hasil autopsi akan disampaikan oleh dr Ade Firmansyah Sugiharto selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia,(PDFI) sekali tim dokter yang melakukan autopsi.

"Saya tidak berkompeten untuk menyampaikan hal tersebut sesuai dengan bidangnya. Nanti dari dokter Ade yang langsung melaksanakan autopsi ulang yang berkompeten bisa menyampaikan,” ujarnya.

Dedi menambahkan nantinya tidak semua hal terkait autopsi ulang jenazah Brigadir J akan disampaikan ke publik. Dedi menuturkan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjelaska keterbukaan informasi ada yang sifatnya pengecualian dan limitatif. Nantinya hasil autopsi akan dibuka dan dijadikan bukti di persidangan.

“Karena untuk proses penyelidikan dan penyidikan, nanti yang buka hasilnya di persidangan. Diuji oleh hakim, apakah seluruh alat bukti yang dihadirkan penyidik di persidangan sudah sesuai atau belum dengan peristiwa yang terjadi,” ucap Dedi.

Seperti diketahui jenazah Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat terpaksa dilakukan autopsi ulang. Pasalnya pihak keluarga tidak terima dengan hasil visum dan autopsi yang sebelumnya dilakukan polisi. Itulah sebabnya autopsi ulang dilakukan dengan melibatkan pihak diluar Polri, seperti PDFI, TNI, dan sejumlah perguruan tinggi.

Melalui kuasa hukumnya, Kamarudin Simanjuntak, piha keluarga menyebut ada kejanggalan dalam proses pengungkapan penyebab kematian Brigadir J oleh polisi. Melihat luka-luka yang terdapat pada jenazah, keluarga menduga Brigadir J mengalami tindakan kekerasan sebelum meninggal dunia.

Itulah sebabnya pada autopsi ulang keluarga meminta tim dokter memeriksa secara lebih lengkap, termasuk bagian dubur dan alat kelamin Brigadir J. Selama proses autopsi tente Brigadir J, Rohani Simanjuntak juga turut menyaksikan langsung. Hal guna menyakinkan prosea autopsi benar-benar dilakukan secara baik.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X