• Senin, 15 Agustus 2022

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, China Minta Indonesia Kucurkan Dana

- Kamis, 28 Juli 2022 | 13:00 WIB
Penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terancam mundur karena kekurangan modal  (kcic.co.id)
Penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terancam mundur karena kekurangan modal (kcic.co.id)

Watyutink.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diketahui mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun. Jumlahnya tak main-main, mencapai 8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp114 triliun. China Development Bank (CDB) selaku investor proyek tersebut menyatakan enggan menanggung pembengkakan biaya. CDB justru meminta pemerintah Indonesia menanggung biaya tambahan guna menyelesaikan proyek tersebut.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo. Saat memberikan keterangan Selasa 26 Juli 2022, Wahyu mengakui ada permintaan agar pemerintah ikut menanggung pembengkakan biaya proyek KCJB. Caranya dengan mengucurkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ada permintaan karena cost overrun ini agar di-cover oleh pemerintah Indonesia. Terkait hal ini, teman-teman dari Kementerian Keuangan baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kami untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost overrun," ujarnya.

Namun menurut Wahyu, pemerintah tidak bisa begitu saja mengabulkan permintaan itu. Pasalnya saat ini permintaan itu masih dalam pembahasan pemerintah . Selain itu pihak Kemenko Perekonomian juga masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang beberapa waktu lalu disampaikan permasalahan cost overrun. Tentang cost overrun ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan agar cost overrun ini juga di-cover oleh pemerintahan Indonesia," kata Wahyu.

Dijelaskan bahwa cost overrun Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mencapai  8 miliar dolar AS atau setara Rp 114,24 triliun. Pada awalnya proyek prestisius itu direncanakan memakan biaya 6,07 miliar dolar AS atau Rp86,5 triliun. Artinya terjadi penambahan biaya sebesar 1,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27,09 triliun.

Saat menghadiri rapat dengan DPR RI, Rabu 6 Juli 2022 lalu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, penyelesaian proyek KCJB terancam mundur. Hal ini menurut Didiek karena keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) semakin menipis. Sedangkan kucuran dana pemerintah melalui Penanaman Modal Negara (PMN) tak kunjung cair.

"Kemarin sudah dalam pembahasan menyeluruh dan ini akan diberikan support. Apabila ini (PMN) tidak cair di 2022, maka penyelesaian kereta cepat ini akan terlambat juga," ujarnya.

Jika PNM tak kunjung cair, Didiek menyebut proyek KCJB yang direncanakan selesai pada Juni 2023 tidak bakal terwujud. Meski demikian Didiek menyatakan rencana uji coba KCJB oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden China Xi Jinping akan tetap dilaksanakan pada November 2022 bersaan dengan acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X