• Selasa, 9 Agustus 2022

Ditahan di Rutan Pomdam Guntur, Mardani Maming Akui Ziarah Wali Songo Saat Jadi DPO

- Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB
Mardani Maming kenakan rompi tahanan KPK (Instagram @@gtvindonesia_news)
Mardani Maming kenakan rompi tahanan KPK (Instagram @@gtvindonesia_news)

Watyutink.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka dugaan kasus suap Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Mardani H Maming. Bendahara Umum Nonaktif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya, Guntur selama 20 hari terhitung sejak Kamis 20 Juli 2022 hingga Selasa 16 Agustus 2022.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangannya, Kamis 28 Juli 2022 mengatakan penahanan dilakukn untuk mempermudah proses penyidikan.

"Untuk proses penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan bagi tersangka MM oleh tim penyidik selama 20 hari pertama," kata Alexander.

Penjelasan serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri. Saat memberikan konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Juli 2022, Ali mengatakan Mardani diduga melakukan tindakan pidana korupsi berupa menerima hadiah terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakili terkait pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan," kata Ali.

Kasus tersebut menurut Ali berawal dari laporan masyarakat selanjutnya KPK mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud. Setelah dirasa cukup, KPK meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. KPK juga secara resmi menetapkan mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalsel Mardani H Maming sebagai tersangka.

Sebelumnya Mardani sempat menjadi buronan. Pasalnya Ketua DPD PDIP Kalsel itu 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Saat djemput paksa di rumahnya di Apartment Kempinski Jakarta, Mardani menghilang. KPK pun memasukkan Mardani dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). KPK juga sempat meminta bantuan Bareskrim Polri guna menangkap Mardani.

Namun Mardani menolak dikatakan kabur. Ia mengaku telah mengirim surat yang isinya akan datang memenuhi panggilan KPK jika gugatan praperadilan yang diajukannya sudah diputuskan pengadilan. Saat memberikan keterangan di Gedung KPK, Kamis 28 Juli 2022, Ketua Umum (Ketum) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2019-2022 ini mengaku tengah melakukan ziarah makam Walisongo.

"Beberapa hari saya tidak ada bukan saya hilang, tapi saya pergi ziarah, ziarah Wali Songo, habis itu balik tanggal 28 sesuai janji saya dan saya hadir," kata Mardani.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X