• Sabtu, 20 Agustus 2022

Mardani Maming Dicopot dari Bendum PBNU, Gus Fahrur: Bisa Jabat Lagi Kalau Tidak Bersalah

- Jumat, 29 Juli 2022 | 10:30 WIB
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur  (Instagram @gus_fahrur)
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur (Instagram @gus_fahrur)

Watyutink.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencopot Mardani H Maming dari jabatan Bendahara Umum (Bendum). Keputusan tersebut diambil setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Mardani sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi dalam keterangannya, Kamis 28 Juli 2022 mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat gabungan guna membahas kasus hukum yang menjerat Mardani. Rapat yang digelar 1 bulan yang lalu itu menurut Gus Fahrur - panggilan KH Ahmad Fahrur Rozi - memutuskan bakal mencopot Mardani dari jabatan Bendahara Umum jika sudah menjadi tersangkan.

"Sudah ada rapat gabungan satu bulan yang lalu, bahwa beliau diputuskan nonaktif jika ditetapkan tersangka, setelah proses praperadilan selesai," kata Gus Fahrur.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini menambahkan, sebelumnya PBNU juga menunggu keputusan gugatan praperadilan yang diajukan Mardani. Setelah ada keputusan resmi yang menyatakan gugatan tersebut ditolak, PBNU pun langsung memutuskan Mardani dinonaktifkan dari jabatan Bendum.

"Makanya kemarin menunggu proses hukum praperadilan. Dan sudah berlaku sejak saat itu. Setelah penolakan kemarin," ujarnya.

Gus Fahrur menerangkan, Mardani tidak diberhentikan melainkan dinonaktifkan. Hal agar Mardani yang juga politisi PDIP itu bisa fokus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Status nonaktif menurut Gus Fahrur berlaku hingga ada keputusan hukum soal dugaan suap yang diterima Mardani.

"Bukan diberhentikan, tapi dinonaktifkan sampai ada keputusan hukum yang tetap," ujar Gus Fahrur.

Nantinya jika pengadilan memutuskan tidak bersalah, Mardani bisa kembali menduduki jabatan Bendahara Umum PBNU. "Ya tentu saja akan dipulihkan jika memang tidak bersalah," tuturnya

Gus Fahrur menegaskan masalah hukum yang menjerat Mardani tidak ada hubungan dan kaitannya dengan PBNU. Pasalnya kasus dugaan suap yang dituduhkan terjadi sebelum Mardani dipilih menjadi Bendahara Umum PBNU.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X