• Sabtu, 20 Agustus 2022

Merokok Sembarangan di Jakarta Bakal Didenda Rp250 Ribu, Memajang Rokok Kena Rp10 Juta

- Jumat, 29 Juli 2022 | 13:00 WIB
Raperda Kawasan Tanpa Rokok mengatur merokok sembarangan di Jakarta bakal kena denda Rp250 ribu  (setkab.go.id)
Raperda Kawasan Tanpa Rokok mengatur merokok sembarangan di Jakarta bakal kena denda Rp250 ribu (setkab.go.id)

Watyuitnk.com - Warga ibu kota, khususnya yang gemar merokok kini harus lebih berhati-hati. Pasalnya Pemprov DKI Jakarta telah membuat aturan yang melarang masyarakat merokok sembarangan. Menghisap daun tembakau hanya bisa dilakukan di tempat-tempat yang ditentukan. Jika melanggar, bisa terkena denda hingga Rp250 ribu.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiv Yankumham) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta Ronald Lumbuun mengatakan pemberian sanksi denda bagi perokok tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok DKI Jakarta.

Saat berbincang Jumat 29 Juli 2022 Ronald menyebut pihaknya telah melakukan harmonisasi terhadap Raperda Kawasan Tanpa Rokok DKI Jakarta. Ia pun membenarkan adanya ancaman denda maksimal Rp250 ribu bagi masyarakat yang melanggar.

"Benar. Ancaman denda itu tertuang dalam Raperda Kawasan Tanpa Rokok DKI Jakarta yang telah kami harmonisasi," ujarnya.

Ronald menuturkan, harmonisasi Raperda Kawasan Tanpa Rokok telah dilaksanakan. Pelaksanaanya menurut Ronald  dengan memenuhi 10 dimensi yang telah ditetapkan dalam penyusunan Raperda.

Ronald menambahkan Raperda itu sudah diharmoniasikan dengan Raperda Rencana Umum Energi Daerah DKI Jakarta beserta 75 Raperda lain di Indonesia yang dipimpin Plt Dirjen Peraturan Perundangan Kemenkumham, Dhahana Putra.

Harmonisasi dipimpin lansung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun didampingi oleh perwakilan dinas terkait dari Pemprov DKI Jakarta.

Secara lebih rinci, Raperda Kawasan Tanpa Rokok DKI Jakarta mengatur bahwa, setiap orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp250 ribu dan/atau sanksi kerja sosial langsung di tempat.

Setiap orang yang mengiklankan, mempromosikan, memberikan sponsor, menjual, dan/atau membeli rokok di Kawasan Tanpa Rokok dikenakan denda administratif sebesar Rp1 juta.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X