• Senin, 15 Agustus 2022

Hasil Autopsi Ulang Brigadir J, Kepala Retak Otak Pindah ke Perut

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak  (YouTube Refly Harun )
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak (YouTube Refly Harun )

Watyutink.com - Beberapa temuan terkuak setelah tim dokter forensik melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Joshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Hasil autopsi yang dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu, 27 Juli 2022 itu bahkan menghasilkan beberapa temuan yang mengagetkan.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak mengatakan tim dokter forensik menemukan bagian kepala mengalami retak sebanyak 6 bagian. Parahnya, otak Brigadir J sudah tidak lagi berada di kepala melainkan sudah pindah ke perut.

"Jadi apa yang mereka catat itu sudah hasil kerja sama dengan dokter-dokter forensik itu misalnya dibuka kepala gitu ya, kepalanya pertama tidak ditemukan otaknya. Yang ditemukan adalah ada semacam retak enam di dalam kepala itu," kata Kamaruddin.

Saat berbicara di akun Youtube Refly Harun, Jumat, 29 Juli 2022, Kamaruddin membeberkan tim dokter sempat meraba bagian belakang kepala Brigadir J. Ditemukan lubang bekas luka. Jika kepalanya dibuka, menurut Kamaruddin tidak ditemukan otaknya. Saat lubang itu ditusuk dengan alat seperti sumpit ternyata mentok sampai ke mata.

"Lubangnya disonde itu ditusuk pakai seperti Sumpit itu ada alatnya disonde ke arah mata, mentok. Tapi begitu disonde ke arah hidung ternyata tembus ya. Itulah mengapa adanya jahitan yang sebelumnya difoto ketika Berulang kali saya berikan kepada media itu bekas lubang peluru yang ditembak dari belakang kepala dengan posisi agak tegak lurus gitu," tuturnya.

Dari hasil temuan itu, Kamaruddin menilai keterangan Kepala Biro Peneragan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjan Ahmad Ramadhan yang menyatakan Brigadir J tewas akibat insiden baku tembak dengan sendirnya terbantahkan. Pasalnya tidak mungkin insiden baku tembak menghasilkan luka tembak di kepala bagian belakang.

"Inilah salah satu bukti yang membantah penjelasan Karopenmas Polri bahwa (tewasnya Brigadir J) tembak-menembak dari atas ke bawah, " imbuh Kamaruddin.

Temuan tim dokter forensik menunjukkan Brigadir J ditembak secara tegak lurus dari belakang sampai ke hidung. Itukah sebabnya ada jahitan di bagian hidung Brigadir J. Menurut Kamaruddin jika yang terjadi adalah aksi tembak menembak seharusnya lukanya terdapat di depan karena saling berhadapan.

"Makanya waktu itu hidungnya ada jahitan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X