• Sabtu, 20 Agustus 2022

Peserta Demo Tolak Tiket Pulau Komodo Naik Jadi Tersangka, Politisi Demokrat Minta Dibebaskan

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Polisi bersenjata lengkap menangkap peserta aksi tolak harga tiket Pulau Komodo naik (Twitter @KawanBaikKomodo)
Polisi bersenjata lengkap menangkap peserta aksi tolak harga tiket Pulau Komodo naik (Twitter @KawanBaikKomodo)

Watyutink.com - Aksi mogok massal warga Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut. Warga menuntut pemerintah membatalkan keputusan menaikkan harga tiket masuk Pulau Komodo dari Rp150 ribu menjadi Rp3,75 juta per orang.

Akibat aksi mogok itu polisi telah menetapkan Ketua Forum Masyarakat Peduli Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat berinisial RT sebagai tersangka. Hal itu disampaikan Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto saat memberikan keterangan, Selasa 2 Agustus 2022.

"Tersangka satu orang, inisialnya RT,"  ujar Felli.

Menurutnya RT telah melanggar Pasal 336 ayat (1) dan ayat (2) KUHP tentang kejahatan yang menimbulkan bahaya umum bagi keamanan orang atau barang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Felli menambahkan RT juga dijerat dengan pasal 14 Undang-udang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Selain RT, pihak kepolisian juga menahan 2 orang berinisial L dsn Er. Namun menurut Felli keduanya masih berstatus sebagai saksi. Penyidik masiu mendalami dan menggali keterangan dari keduanya.

"Dua orang itu masih berstatus saksi dan masih didalami keterangan mereka," katanya.

Namun keterangan berbeda disampaikan salah seorang peserta aksi mogok masal bernama Rio. Saat memberikan keterangan Senin 1 Agustus 2022, Rio menyebut jumlah peserta aksi yang ditangkap polisi sebanyak 10 orang. Rio menyebut 6 orang adalah teman-temannya dan sisanya dia tidak mengetahuinya.

"Sekitar 10-an orang (yang ditangkap) tapi kalau untuk teman yang saya tahu itu yang setahu saya sendiri enam orang. Tapi informasi semua sepuluh orang," kata Rio.

Rio menuturkan penangkapan dilakukan di Puncak Wairingin. Hal ini sekaligus membantah pernyataan Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto yang mengatakan penangkapan dilakukan di sekitar Bandara Komodo.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X