• Sabtu, 20 Agustus 2022

BI Borong SBN Rp56,11 Triliun Bantu Biayai Pemulihan Ekonomi Nasional

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)

Watyutink.com – Sedikitnya Rp56,11 triliun Surat Berharga Negara (SBN) diborong Bank Indonesia di pasar perdana selama Januari hingga 20 Juli 2022 untuk membantu pemerintah membiayai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini.

"Hingga 20 Juli 2022 (BI) melanjutkan pembelian SBN sejalan program pemulihan ekonomi nasional dan pembiayaan penanganan kesehatan dalam rangka dampak pandemi covid senilai Rp56,11 triliun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Senin (1/8/2022).

Menurut Perry, kebijakan BI dalam melakukan pembelian surat utang pemerintah di pasar perdana merupakan implementasi dari surat keputusan bersama (SKB) I-III dengan pemerintah untuk berbagi beban (burden sharing) dalam menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 sekaligus melakukan pemulihan ekonomi nasional.

SKB III mengatur pembelian SUN atau SBN di pasar perdana secara langsung oleh BI, partisipasi antara pemerintah dan BI untuk mengurangi beban negara, dan pendanaan anggaran penanganan kesehatan serta kemanusiaan dalam penanganan dampak Covid-19.

Beleid itu juga mengatur masalah fleksibilitas kepada BI, di mana jumlah pembelian SBN dan jumlah SBN yang diterbitkan yang selanjutnya dibeli BI dapat dilakukan perubahan sesuai dengan kebutuhan pembiayaan anggaran penanganan kesehatan dan kemanusiaan serta kondisi keuangan BI.

BI berpartisipasi menanggung biaya bunga untuk pembiayaan vaksinasi dan penanganan kesehatan maksimal Rp58 triliun pada 2021 dan Rp40 triliun pada 2022, sementara pemerintah menanggung sisa biaya bunga pembiayaan penanganan kesehatan lainnya serta penanganan kemanusiaan.

SBN yang diterbitkan dalam skema SKB III merupakan surat utang dengan tingkat bunga mengambang dan suku bunga acuan reverse repo BI tenor tiga bulan.

Seperti diketahui, Bank Sentral telah memborong SBN senilai Rp358,32 triliun pada tahun lalu untuk membantu pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total SBN yang dibeli dari pasar perdana sebesar Rp143,32 triliun, ditambah pembelian melalui private placement senilai Rp215 triliun.

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X