• Senin, 15 Agustus 2022

Pemerintah Pertimbangkan Permintaan China Soal Ikut Tanggung Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau Proyek KCJB 18 Mei 2021 (YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Jokowi saat meninjau Proyek KCJB 18 Mei 2021 (YouTube Sekretariat Presiden )

Watyutink.com – Pemerintah dikabarkan tengah mempertimbangkan permintaan China Development Bank (CDB) terkait pembengkakan anggaran proyek Kereta Cepar Jakarta-Bandung (KCJB). Pemerintah tengah membahasa apakah akan mengucurkan dana guna mempercepat proses penyelesaian proyek mercusuar tersebut. Hal ini disampaikan Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Suswijono Moegiarso saat memberikan keterangan Senin 1 Agustus 2022.

Namun dalam keterangannya, Suswijono menyatakan tidak ada jaminan pemerintah bakal langsung menyetujui permintaan CBD yang menjadi investor proyek KCJB. Kalau pun pemerintah ikut menanggung biaya proyek tersebut, Suswijono menuturkan semuanya akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.  

"Masih akan dilakukan pembahasan untuk memastikan jika memang pemerintah turut menanggung beban cost over run, maka sesuai dengan ketentuan berlaku," ujar Suswijono.

Sebelumnya diberitakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun dengan jumlah mencapai 8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp114 triliun. China Development Bank (CDB) selaku investor proyek KCJB enggan menanggung pembengkakan biaya. CDB justru meminta pemerintah Indonesia menanggung biaya tambahan guna menyelesaikan proyek tersebut.

Saat memberikan keterangan Selasa 26 Juli 2022, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo mengakui ada permintaan agar pemerintah ikut menanggung pembengkakan biaya proyek KCJB. Caranya dengan mengucurkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ada permintaan karena cost overrun ini agar di-cover oleh pemerintah Indonesia. Terkait hal ini, teman-teman dari Kementerian Keuangan baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kami untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost overrun," ujarnya.

Namun menurut Wahyu, pemerintah tidak bisa begitu saja mengabulkan permintaan itu. Pasalnya saat ini permintaan itu masih dalam pembahasan pemerintah . Selain itu pihak Kemenko Perekonomian juga masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang beberapa waktu lalu disampaikan permasalahan cost overrun. Tentang cost overrun ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan agar cost overrun ini juga di-cover oleh pemerintahan Indonesia," kata Wahyu.

Dijelaskan bahwa cost overrun Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mencapai  8 miliar dolar AS atau setara Rp 114,24 triliun. Pada awalnya proyek prestisius itu direncanakan memakan biaya 6,07 miliar dolar AS atau Rp86,5 triliun. Artinya terjadi penambahan biaya sebesar 1,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27,09 triliun.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X