• Sabtu, 20 Agustus 2022

Bharada E Resmi Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J, Polisi: Kasus Terus Dikembangkan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Dirtipidum Brigjen Andi Rian didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers Rabu 3 Agustus 2022 (Twitter @DivHumas_Polri)
Dirtipidum Brigjen Andi Rian didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers Rabu 3 Agustus 2022 (Twitter @DivHumas_Polri)

Watyutink.com - Polisi akhirnya menetapkan Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Meski demikian penyidikan kasus yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu tidak akan berhenti. Polisi menyatakan akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap kasus tersebut secara terang.

Hal itu ditegaskan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat memberikan konferensi pers, Rabu 3 Agustus 2022 malam. Dalam keterangannya, Andi menyebut pihaknya akan terus menggali keterangan dari sejumlah pihak yang terkait dengan kasus ini.

"Sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa masih ada beberapa saksi lagi yang akan kita pemeriksa di beberapa hari ke depan, Pemeriksaan ataupun penyidikan tidak berhenti sampai di sini, tetap berkembang," ujar Andi.

Terkait penetapan Bhayangkara Dua Richard Eliezae atau Bharada E sebagai tersangka, Andi Rian menerangkan hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi. Andi menambahkan Bharada E langsung ditangkap dan ditahan.

"Pemeriksaan saksi juga dianggap telah cukup untuk menandakan Bharada E sebagai tersangka," kata Andi.

Mantan Kapolres Tebing Tinggi, Sumatera Utara ini menerangkan Bharada E dijerat Pasal 338KUHP Jo Pasal 55KUHP dan Pasal 56KUHP. Pasal 338 KUHP berbunyi "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun".

Pasal 55 KUHP menyatakan mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan. Dalam pasal ini bisa diartikan ada persekongkolan atau bersama-sama melakukan kejahatan.

Sedangkan Pasal 56 KUHP berisi mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan; mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan. Dalam pengembangan penyidikan polisi kemungkinan akan memburu tersangka lain.

Seperti juga Brigadir J, Bharada E adalah salah satu dari 6 ajudan Irjen Ferdy Sambo. Sebelumnya polisi menyebut Bharada E terlibat dalam aksi tembak-menembak dengan Brigadir J. Peristiwa itu terjadi lantaran Brigadir J diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X