• Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemerintah akan Tambah Utang untuk Biaya Proyek Kereta Cepat, Arya Sinulingga: Mungkin dari China

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB
Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (Instagram @arya.m.sinulingga)
Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (Instagram @arya.m.sinulingga)

Watyutink.com – Pemerintah dikabarkan bakal kembali menarik utang. Hal ini demi untuk memutupi pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Besar kemungkinan tambahan utang akan berasal dari konsorsium pemegang saham dan pinjaman atau loan.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga saat berbicara Rabu, 3 Agustus 2022. Dalam keterangannya, Arya menerangkan 25 persen pembengkakan biaya proyek KCJB akan ditanggung oleh konsorsium BUMN Indonesia sesuai komposisi saham yang dimiliki. Anggota konsorsium diketahui adalah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co Ltd.

PSBI memegang 60 persen saham pada PT Kereta Cepat Indonsia China (KCIC). Sedangkan Beijing Yawan memiliki sebanyak 40 persen saham.

Arya memperkirakan pembangkakan Proyek KCJB  akan ditutupi menggunakan dananya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dikucurkan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp4 trilun. Sedangkan konsorsium Beijing Yawan akan menanggung sekitar Rp3 triliun. Sisanya sebanyak 75 persen itulah yang menurut Arya akan ditutupi dengan dana dari utang.

“Nanti yang 75 persen kita akan cari loan. Loan yang akan dibayar pada saat sudah mulai operasional. Di situ dimasukkan dalam semuanya, jadi dimasukkan dalam loan juga 75 persen itu. Itu yang akan diperkirakan apakah cari dari perbankan mana, mungkin dari China, atau dari mana,” kata Arya.

Politisi Partai Perindo ini menambahkan utang nantinya akan menggunakan nama KCJB. Namun Arya menuturkan sampai saat ini belum diketahui siapa pihak yang akan memberikan pinjaman untuk menutupi kekurangan biaya proyek prestisius itu. Meski enggan membeberkan secara pasti, Arya tidak menampik jika kemungkinan pihak pemberi pinjaman berasal dari China.

“Kita cari kan, kita lagi cari nih, bisa dari bank China dan sebagainya, lagi dicari, bisa lah,” ujarnya.

Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Suswijono Moegiarso saat memberikan keterangan Senin 1 Agustus 2022 mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan permintaan China Development Bank (CDB) terkait pembengkakan anggaran proyek Kereta Cepar Jakarta-Bandung (KCJB). Pemerintah tengah membahasa apakah akan mengucurkan dana guna mempercepat proses penyelesaian proyek mercusuar tersebut.

Namun dalam keterangannya, Suswijono menyatakan tidak ada jaminan pemerintah bakal langsung menyetujui permintaan CBD yang menjadi investor proyek KCJB. Kalau pun pemerintah ikut menanggung biaya proyek tersebut, Suswijono menuturkan semuanya akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X