• Minggu, 4 Desember 2022

Menko Perekonomian Airlangga: BI Tak Perlu Terburu-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:39 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Dok. Biro Pers Setpres
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Dok. Biro Pers Setpres

Watyutink.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menginginkan Bank Indonesia tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen saat ini sekalipun inflasi sudah mencapai 4,94 persen pada Juli 2022.

Pasalnya, inflasi inti masih berada di 2,86 persen secara tahunan, sekalipun inflasi tahunan telah mencapai 4,94 persen pada Juli 2022. “Angkanya masih rendah dan ekonominya masih dalam pemulihan. Jadi kami berharap Bank Indonesia tidak perlu terburu-buru meningkatkan suku bunga acuan BI apalagi DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan masih di atas 10 persen dan kredit juga masih relatif di bawah,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Airlangga juga berpendapat kondisi perbankan masih solid sehingga tidak mendesak untuk menaikkan suku bunga acuan BI.

Data menunjukkan dana pihak ketiga (DPK) bank umum berada di posisi Rp7.602 triliun per Juni 2022, meningkat sebanyak 9,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Begitu juga penyaluran kredit yang tumbuh 10,66 persen menjadi Rp6.177 triliun  dibandingkanperiode yang sama tahun sebelumnya dengan tingkat kredit macet (NPL) berada di angka 2,86 persen.

Indonesia juga ditopang oleh indikator eksternal Indonesia yang relatif baik, menurut Airlangga, sebagaimana tercermin dari surplus neraca perdagangan sepanjang semester I 2022 sebesar 24,89 miliar dolar AS atau lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat 11,84 miliar dolar AS sekalipun ketidakpastian tengah melanda dunia. Hal ini berimbas kepada neraca transaksi berjalan hingga kuartal I yang mencapai 0,07 persen terhadap PDB.

"Kondisi nilai tukar rupiah pun dalam kondisi stabil di bawah Rp15.000 per dolar AS dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diantara 6.500 hingga 7.000 dan cadangan devisa Juli pun terpantau masih tinggi sebesar 132 miliar dolar AS dan rasio utang turun di level 32 persen terhadap PDB," katanya.

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X