• Minggu, 25 September 2022

Akui Diperintah Atasan Bunuh Brigadir J, Bharada E Sebut Tidak Ada Aksi Tembak-menembak

- Senin, 8 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat mendatangi Kantor Komnas HAM, Selasa 26 Juli 2022 (Twitter )
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat mendatangi Kantor Komnas HAM, Selasa 26 Juli 2022 (Twitter )

Watyutink.com - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu membuat pengakuan mengejutkan. Melalui pengacaranya, Deolipa-Yumara">Deolipa Yumara, Bharada Eliezer atau Bharada E mengaku mendapat perintah atasan untuk menembak Brigadir J.

Saat berbicara di program acara Kompas Petang, Minggu 7 Agustus 2022, Deolipa mengatakan Bharada E melakukannya tanpa ada motif tertentu. Tindakan tersebut semata-mata dilakukan karena ada perintah dari atasannya.

"Satu hal, terjadinya keterlibatan dia itu tanpa motif, jadi kalaupun terjadi pembunuhan diduga dilakukan oleh dia itu tanpa motif, karena atas perintah (untuk menembak)," ujar Deolipa.

Bharada E menurut Deolipa juga dalam tekanan dan dipaksa terlibat dalam skenario Tempat Kejadian Perkara (TKP) soal kematian Brigadir J. Deolipa menyatakan skenario kematian Brigadir J yang diketahui publik adalah omong kosong. Pasalnya kejadian yang sebenarnya terjadi tidak seperti yang selama ini disebutkan.

"Tekanan ini kan termasuk pembuatan skenario, seolah olah terjadinya begini, padahal begitu.Skenario yang terdaulu itu kan omong kosong," ucapnya

Salah satu omong kosong atau kebohongan yang disampaikan menurut Deolipa adalah adanya aksi tembak-menembak. Deolipa menegaskan Bharada E tidak pernah terlibat dalam insiden baku tembak dengan Brigadir J. Pengakuan adanya tembak-menembak seperti yang disampaikan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) semata-mata dilakukan karena ada tekanan.

Deolipa menyebut pihak yang memberikan tekanan tak lain adalah atasan atau pimpinan Bharada E. Menurutnya, mereka telah mengatur skenario seolah-olah Brigadir J tewas karena insiden baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta, Jumat 8 Juli 2022.

“Semua keterangan yang sebelumnya disampaikan Bharada E, termasuk kepada Komnas HAM, dia akui semuanya bohong. Yang sebenarnya (kalau menurut pengakuan Bharada E), baku tembak itu tak ada,” tegasnya.

Deolipa menjelaskan setidaknya ada 2 alasan penyebab Bharada E sampai harus berbohong. Pertama, masa lalu Bharada yang membuatnya berada dalam tekanan. Masa lalu itu berupa hubungan di bawah kendali.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X