• Rabu, 7 Desember 2022

Utang Indonesia Capai Rp7.000 Triliun, Luhut Klaim Paling Kecil di Dunia

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan  (Instagram @luhut.pandjaitan)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram @luhut.pandjaitan)

Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui saat utang pemerintah Indonesia sudah mencapai Rp7.000 triliun. Namun Luhut menegaskan jumlah tersebut adalah yang terkecil jika dibandingkan utang negara lain di dunia.

"Pemerintah Indonesia hanya punya utang Rp 7.000 triliun dan paling terkecil di dunia," kata Luhut.

Saat menghadiri acara ground breaking pembangunan jalan tol seksi tiga Cileles-Panimbang di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin 8 Agustus 2022, Luhut menjelaskan utang pemerintah Indonesia saat ini sebesar 40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Padahal di sejumlah negara maju, utangnya mencapai 100 persen dari PDB.

Luhut pun meminta semua pihak mengabaikan informasi tidak jelas soal utang pemerintah. Luhut memastikan pemerintah tahu dan memahami apa yang harus dilakukan dengan jumlah utang yang semakin bertambah.

"Kami minta bapak-bapak dan teman di daerah jangan dengar bicara aneh-aneh dan tidak jelas, karena pemerintah tahu benar yang dilakukan," ujar Luhut.

Mantan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) ini menerangkan utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp7.000 triliun semuanya bersifat produktif. Salah satunya untuk pembangunan jalan tol. Sehingga menurut Luhut, nantinya akan dikembalikan ke pihak yang memberikan pinjaman.

Luhut menegaskan pemerintah saat ini tidak bodoh, justru di dalamnya banyak orang pintar. Semua pembangunan yang dilakukan sudah melalui perhitungan yang benar-benar matang, termasuk masalah return of investment. Hal ini agar jangan sampai proyek yang dilakukan justru ditipu.

Terkait pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang, Luhut yakin bakal memberikan manfaat bagi masyarakat Banten. Perekonomian di provinsi paling barat Pulau Jawa itu akan meningkat setelah jalan tol sepanjang 85 kilometer (km) itu beroperasi.

Selain itu jalan Tol Serang-Panimbang diyakini bakal mendukung percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK).

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X