• Minggu, 2 Oktober 2022

OJK Dorong Literasi Keuangan, Lindungi Konsumen dari Pinjol Ilegal

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:09 WIB
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB)  (ojk.go.id/id)
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) (ojk.go.id/id)

Watyutink.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperluas program literasi keuangan dengan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, melindungi konsumen dari pinjaman online tak berizin (pinjol ilegal), dan melakukan penegakan hukum.

OJK prihatin dengan masih maraknya pinjol ilegal. Agar tidak jatuh korban lagi, Lembaga tersebut akan meningkatkan program literasi keuangan serta melindungi konsumen melalui penegakan hukum.

Penegakan hukum terhadap pinjol ilegal dilakukan melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) yang beranggotakan antara lain OJK, BI, Polri, Kejaksaan untuk melindungi konsumen yakni pada debitur sambil terus meningkatkan program literasi keuangan.

Baca Juga: Potensi Merugikan Keuangan Negara, DPR dan Aparat Hukum Wajib Investigasi Cost Overrun Kereta Cepat

“Berdasarkan survei tahun 2009 itu angkanya sekitar 76 persen (inklusi), sedangkan kalau literasi keuangan itu masih sekitar 38 persen. Artinya orang itu sudah pakai produk keuangan tetapi belum paham itu apa dan juga kegunaan atau benefitnya. Ujung-ujungnya lari ke OJK dalam hal penyelesaian sengketa antara nasabah dan pelaku jasa keuangan,” ungkap Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Dia berbicara dalam seminar bertajuk Sehat Kelola Dana dengan Fasilitas Pinjol dan Uang Digital’ yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) secara daring dari Kantor Pusat PWI, Selasa (9/8/2022).

Friderica mengatakan ada empat program yang menjadi prioritas OJK ke depan. Pertama, OJK akan memperluas program literasi dan edukasi keuangan secara masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Utang Indonesia Capai Rp7.000 Triliun, Luhut Klaim Paling Kecil di Dunia

Kedua, pengembangan produk keuangan, produk inovatif pada teknologi mengedepankan keamanan dan awareness untuk masyarakat, dengan karakteristik mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau harganya.

Ketiga adalah penerapan prinsip-prinsip perlindungan konsumen sebagai fondasi dasar dalam membangun industri keuangan yang kokoh.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X