• Minggu, 2 Oktober 2022

Sama Seperti Bos Indofood, Mendag Zulkfili Hasan juga Bantah Harga Mi Instan Bakal Naik

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  (Instagram @zul.hasan)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Instagram @zul.hasan)

Watyutink.comMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan turun buka suara terkait kabar akan terjadinya lonjakan harga mi instan. Terlebih kabar yang berkembang kenaikan harga mi instan mencapai 3 kali lipat. Saat memberikan keterangan, Kamis 11 Agustus 2022 Zulkufli memastikan hal itu tidak akan terjadi.

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya (pasokannya) naik," katanya Zulkifli.

Zulkifli menuturkan kunjungan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa saat lalu ke Ukraina dan Rusa telah membawa dampak baik bagi pasokan gandum di Indonesia. Sehingga saat ini stok gandum tanah air mulia membaik meski konflik Rusia- Ukraina masih belum benar-benar usai.

Selain itu menurut Zulkifli, beberapa negara penghasil gandum saat ini tengah memasuki masa panen, seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS). Sehingga diperkirakan pada September 2022, harga gandum akan berangsur turun.

Ketua Umum PAN ini mengakui potensi kenaikan harga mi instan memang ada. Namun tidak akan sampai 3 kali lipat. Kalau pun ada kenaikan, Zulkifli memperkirakan hanya 4 sampai 5 persen saja. Namun ia yakin kenaikan tidak akan terjadi lantaran pada bulan depan diperkirakan harga gandum sudan mulai turun.

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina. Kemudian Australia panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil. Justru menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun. Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya. Sehingga, inflasi kita 4 persen, 5 persen jadi naiknya segitu, tapi cenderung September akan turun," katanya Zulkifli.

Sebelumnya Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Fraciscus Welirang menyatakan tidak yakin harga mi instan bakal naik dalam waktu dekat. Saat memberikan keterangan, Rabu 10 Agustus 2022, pria yang biasa disapa Franky ini menyatakan perang Rusia-Ukraina tidak memberikan dampak terlalu besar terdahap produksi mi instan.

Franky menyatakan peran Rusia vs Ukraina tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap produksi mi instan. Franky mengakui perang kedua negara bekas pecahan Uni Soviet itu menyebabkan lonjakan harga gandum. Namun Franky menyebut  bahan baku untuk membuat mi instan tidak hanya terigu yang dihasilkan dari biji gandum.

Franky menerangkan harga gandum yang sampai ke Indonesia mencapai harga tertinggi baru terjadi pada Agustus dan September 2022. Sehingga pengaruhnya terhadap produksi mi instan tidak terlalu besar.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X