• Minggu, 2 Oktober 2022

Komnas HAM Sebut Indikasi Pelanggaran HAM Kasus Pembunuhan Brigadir J Sangat Kuat

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam  (Twitter )
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Twitter )

Watyutink.com – Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (HAM">Komnas HAM) Choirul Anam menyatakan pihaknya menemukan indikasi pelanggaran HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Bahkan Anam menyebut indikasi pelanggaran HAM sangat kuat.

Saat memberikan keterangan di Kantor HAM">Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis 11 Agustus 2022, Anam mengatakan indikasi pelanggaran HAM terlihat dengan adanya upaya mengaburkan dan menghalangi proses penyidikan atau obstruction of justice. Tindakan seperti itu menurut Anam termasuk bagian dari pelanggaran HAM.

"Kalau pertanyaan proses saat ini banyak ditemukan indikasi adanya pelanggaran HAM terkait obstruction of justice? Indikasinya sangat kuat," kata Choirul Anam di kantornya.

Obstuction of justice menurut Anam terkait dengan penyelenggaraan peradilan yang jujur atau fair trial. Selain itu juga terkait dengan hak untuk mengakses keadilan atau access to justice dalam HAM. Anam menegaskan pihaknya telah melakukan pemantauan dan penyelidikan terkait potensi pelanggaran HAM dalam kasus yang kini menjadi perhatian publik itu.

Anam menuturkan HAM">Komnas HAM sejauh ini menemukan indikasi obstruction of justice, seperti perusakan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu juga adanya upaya mengaburkan sejumlah keterangan yang terkait dengan kasus yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat 8 Juli 2022.

"Itu kami perhatikan dan dalami cukup dalam," ucap Anam.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Ketua HAM">Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menegaskan pihaknya tidak sedang berlomba dengan pihak Kepolisian dalam mengusut kasus penembakan Brigadir J.  Bahkan menurut Taufan setiap hari pihaknya berkoordinasi dengan Mabes Polri guna mengungkap kasus yang menyeret beberapa perwira Polri tersebut, baik dengan penyidik maupun Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebaliknya perwira Mabes Polri juga kerap bertandang ke Kantor Komas HAM guna melakukan pendampingan pemeriksaan. Selain itu pihak Mabes Polri juga memenuhi permintaan HAM">Komnas HAM untuk memberikan sejumlah keterangan. Taufan menuturkan hal itu adalah bukti antara HAM">Komnas HAM dan Mabes Polri tidak sedang salingh berlomba mengungkap kasus ini.

"Itu bukti bahwa antara HAM">Komnas HAM dan Mabes Polri tidak ada perlombaan atau saling menyalip satu sama lainnya," kata Taufan dalam keterangan videonya, Kamis (10/8).

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X