• Minggu, 2 Oktober 2022

Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Pelecehan Seksual, LPSK Tolak Berikan Pelindungan Istri Ferdy Sambo

- Senin, 15 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Irjen Ferdy sambo dan Putri Candrawathi (Instagram @divpropampolri)
Irjen Ferdy sambo dan Putri Candrawathi (Instagram @divpropampolri)

Watyutink.com – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo menyatakan pihaknya tidak bersedia memberikan perlindungan hukum kepada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC). Hasto berdalih tidak ada landasan hukum jelas yang mengharuskan LPSK melindungi Putri. Terlebih pada saat yang sama Bareskrim Polri telah menghentikan penyidikan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J.

"Setelah jelas ya (penyelidikan) tentu saja LPSK tidak bisa memberikan perlindungan karena status hukumnya jadi membingungkan ini apakah ibu PC itu korban atau dia berstatus lain," ujar Hasto.

Saat memberikan keterangan, Minggu 14 Agustus 2022, Hasto menerangkan pihaknya tidak akan memberikan perlindungan terhadap pihak yang tersangkut kasus belum jelas titik terangnya. Kasus dugaan pelecehan yang dialami Putri menurut Hasto telah dinyatakan tidak ada oleh pihak kepolisian. Sehingga unsur pidanyanya tidak ada.

 "Kemungkinan besar (tidak diberikan perlindungan) karena kasusnya sendiri tidak ada, jadi pidananya kan tidak ada. Tentu LPSK enggak bisa memberikan perlindungan," ujarnya.

Seperti diketahui Putri Candrawathi sebelumnya telah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua. Pelecehan itu diduga menjadi asal muasal terjadinya pembunuhan Brigadir Yoshua yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Pembunuhan tersebut diduga dilakukan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022.

Belakangan Irjen Ferdy Sambo mengubah pernyataannya terkait lokasi pelecehan yang dilakukan Brigadir Yoshua. Semula disebutkan pelecehan dilakukan di Duren Tiga, Jakarta Selatan tapi diubah ke Magelang, Jawa Tengah.   

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto pun secara tegas menyatakan tidak ada bukti terjadinya pelecehan seksual. Sehingga Bareskrim memutuskan menghentikan proses penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri. Agus menerangkan pihaknya telah melakukan gelar perkara pada Jumat 12 Agustus 2022. Agus mengatakan dirinya secara langsung memimpin gelar perkara yang dilaksanakan di kantor Bareskrim Polri. Hasilnya tidak ditemukan bukti adanya pelecehan yang dialami Putri Candrawathi

“Saat pimpin gelar tadi, berdasarkan paparan Dirtipidum, semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Josua almarhum tidak berada di dalam rumah,” ujarnya.

Saat memberikan keterangan, Jumat 12 Agustus 2022, mantan Kapolda Sumatera Utara ini membenar Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J masuk ke rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Namun Brigadir J masuk setelah dipanggil oleh Ferdy Sambo.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X