• Minggu, 2 Oktober 2022

Bantah Istri Ferdy Sambo Alami Gangguan Jiwa, Pengacara Brigadir J: Cuma Dibuat-buat Aja

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Pengacara keluarga Brigadir Yoshua, Kamaruddin Simanjuntak (Facebook Kamaruddin Hendra Simanjuntak)
Pengacara keluarga Brigadir Yoshua, Kamaruddin Simanjuntak (Facebook Kamaruddin Hendra Simanjuntak)

Watyutink.com – Pengacara keluarga Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku tidak percaya pernyataan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) soal kondisi istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. LPSK menyebut Putri terindikasi mengalami gangguan mental atau kejiwaan. Kamaruddin menyebut hal itu hanyalah rekayasa belaka.  

Saat memberikan keterangan di Gedung Bareskrim Polri, Rabu 17 Agustus 2022, Kamaruddin mengatakan pernyataan bahwa Putri Candrawathi mengalami gangguan jiwa cuma dibuat-buat saja. Kamaruddin yakin Putri sehat-sehat saja. Pasalnya penyataan tersebut baru muncul setelah Putri mengunjungi Irjen Ferdy Sambo yang saat ini sedang ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Minggu 7 Agustus 2022.

“Itu dibuat-buat gangguan jiwa. Bukan gangguan jiwa. Buktinya, dia (Putri, red) waras. Suaminya dimasukkan ke Mako Brimob, dia datang, waras,” ujarnya.

Kamaruddin mempertanyakan, mengapa pernyataan Putri mengalami gangguan jiwa dikatakan setelah diriya membuat laporan ke polisi. Kamaruddin juga menuding saat Putri menyuap anak buahnya masih waras.

“Dia (Putri, red) menyuap atau diduga menyuap anak buahnya waras. Kenapa setelah saya lapor ke polisi, jadi gangguan jiwa. Nah ini, kan, gangguan jiwa yang bisa saja dibuat-buat atau diskenariokan,” tutur Kamaruddin.

Wakil Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)  Susilaningtias mengunkap temuan baru terkait istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Susilaningtias menyebut Putri menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan medis, termasuk psikiatri dan psikologis pada Selasa 9 Agustus 2022.

"Dari hasil pemeriksaan dan observasi didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa," kata wanita yang biasa disapa Susi ini saat konferensi pers di kantor LPSK, di Ciracas, Jakarta Timur, Senin 15 Agustus 2022.

Hasil pemeriksaan menurut Susi menunjukkan Putri tidak cukup memadai untuk memberikan keterangan. Kondisi psikogis membuat Putri tidak berkompeten untuk menjalani pemeriksaan lantaran pernyataannya terkait peristiwa pembunuhan Brigadir Yoshua tidak bisa dipercaya.

"Pertama tidak memiliki kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan keterangan, termasuk kepada LPSK," ucap Susi.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X