• Minggu, 2 Oktober 2022

Pemerintah Bakal Tambah Utang Rp696 Triliun Tahun Depan

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi utang pemerintah terus bertambah
Ilustrasi utang pemerintah terus bertambah

Watyutink.com - Pemerintah dikabarkan bakal kembali menarik utang pada tahun depan. Jumlahnya terbilang sangat besar. Dalam laporan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 pemerintah menargetkan menarik utang sebesar Rp696,3 triliun.

Jumlah tersebut menurun jika dibanding APBN 2022 sebesar Rp870,5 triliun, juga lebih kecil ketimbang outlook tahun ini sebesar Rp757,6 triliun.

Dalam laporan RAPBN 2023, Selasa 16 Agustus 2022, disebutkan penarikan utang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran. Selain itu juga untuk membiayai berbagai pembiayaan, seperti investasi pemberian pinjaman dan kewajiban penjaminan.

"Pada tahun 2023, kondisi perekonomian diperkirakan semakin membaik. Hal ini diharapkan dapat mendorong perbaikan kinerja APBN sehingga defisit APBN dapat ditekan kembali dan pembiayaan utang semakin menurun," tulis Nota Keuangan dan RAPBN 2023.

Selain menambah utang, tahun depan pemerintah juga harus melakukan pembayaran bunga utang sebesar Rp441,4 triliun. Rinciannya adalah pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp426,8 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri Rp14,6 triliun.

Pemerintah berharap penarikan utang tahun depan akan membuat kondisi perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Pasalnya kondisi perekonomian global masih dilanda ketidakpastian. Salah satunya sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai.

Perang kedua negara bekas Uni Soviet itu telah memicu kenaikan harga pangan dan komoditas energi. Selain itu juga menimbulkan supply disruption yang menyebabkan inflasi di beberapa negara. Tren peningkatan suku bunga juga menjadi tantangan pemerintah. Terutama agar risiko yang timbul akibat pembiayaan utang bisa lebih terkendali.

Pemerintah menegaskan pengolaan utang akan dilakukan secara hati-hati. Pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan fiskal dan memperhatikan kerentanan risikonya.

"Adanya batasan rasio utang 60 persen terhadap PDB dan batasan defisit APBN 3 persen terhadap PDB merupakan cerminan disiplin fiskal agar utang pemerintah tetap terkendali dan aman bagi keberlangsungan fiskal jangka panjang," tulis pemerintah dalam laporan tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X