• Rabu, 30 November 2022

Belum P21, Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Ferdy Sambo ke Bareskrim Polri

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Irjen Ferdy Sambo saat mengikuti Sidang KKEP Kamis 25 Agustus 2022 (YouTube POLRI TV RADIO)
Irjen Ferdy Sambo saat mengikuti Sidang KKEP Kamis 25 Agustus 2022 (YouTube POLRI TV RADIO)

Watyutink.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan bakal segera mengembalikan berkas perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J ke pihak Bareskrim Polri. Hal itu karena berkas perkara dirasa masih belum lengkap atau P18.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan pengembalian berkas perkara akan dilakukan Kamis 1 September 2022. Ketut menjelaskan sesuai dengan Pasal 138 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) penuntut umum mempunyai waktu 7 hari untuk mempelajari dan meneliti berkas yang diterima dari penyidik.

Saat memberikan keterangan, Senin 29 Agustus 2022, Ketut menuturkan, selanjutnya penuntut umum wajib memberitahukan aoakah berkas sudah lengkap (P21) atau belum. Jika ternyata belum lengkap (P18) penuntut umum akan mengembalikan berkas perkara kepada penyidik. Namun harus disertai perihal apa saja yanh harus dilengkapi.

Penyidik mempunyai waktu 14 hari guna melengkapi dan menyampaikan kembali berkas perkara ke penuntut umum.

"P-18 (hasil penyidikan belum lengkap) itu tujuh hari sudah harus menyatakan sikap juga hari Kamis kemarin (25/8). Ini sudah hari ke-10 waktu hari Kamis (1/9) ke depan kami sudah harus mengembalikan berkas perkara. Berarti lebih cepat kan ya, lebih cepat," tutur Ketut.

Sementara itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Jumhana mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim terkait berkas perkara yang dinilai belum lengkap.

Saat memberikan keterangan, Senin 29 Agustus 2022, Fadil menyebut sebanyak 4 berkas perkara yang akan dikembalikan adalah untuk tersangka Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Sedangkan berkas perkara dengan tersangka Putri Candrawathi baru diterima penuntut umum.  

"Prosesnya sudah berjalan lebih kurang dua minggu. Kami koordinasi secara intensif baik dengan Kabareskrim, juga penyidik yang dipimpin Dirtipidum Brigjen Andi Rian," ujar Fadil.

Menurutnya, proses hukum membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian, terutama terkait acara pidana dan pasal yang akan disangkakan. Namun Fadil enggan memberikan keterangan lebih banyak. Ia berdalih proses penyidikan saat ini masih berlangsung sehingga tidak boleh sembarangan berkomentar.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X