• Minggu, 25 September 2022

Komnas Perempuan Akui Berikan Rekomendasi Istri Ferdy Sambo Tidak Ditahan

- Sabtu, 3 September 2022 | 10:00 WIB
Kantor Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta Pusat  (Twitter @KomnasPerempuan)
Kantor Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta Pusat (Twitter @KomnasPerempuan)

Watyutink.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) buka suara soal keputusan Mabes Polri yang tidak menahan istri mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Padahal Tim Khusus (Timsus) sudah menetapkan Putri sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J.

Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini mengakui pihaknya telah memberikan rekomendasi agar Putri tidak ditahan. Wanita yang biasa disapa Rini ini mengatakan pihaknya beralasan Putri masih mempunyai anak yang berusia di bawah 5 tahun atau balita. Selain itu Komnas Perempuan menilai kondisi kesehatan Putri tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan.

"Sesuai rekomendasi karena Komnas Perempuan melakukan hal yang sama juga pada perempuan yang lain," kata Rini.

Saat memberikan keterangan Jumat 2 September 2022, Rini menegaskan rekomendasi semacam itu tidak hanya diberikan untuk Putri. Melainkan juga semua perempuan yang menghadapi masalah hukum. Rini memastikan Komnas Perempuan tidak memberikan keistimewaan kepada Putri.

"Jadi tidak ada sebuah kekhususan untuk kasus PC (Putri Candrawathi) sebenarnya. Semua perempuan yang berhadapan dengan hukum begitu kami memberikan rekomendasi yang sama," ujarnya.

Rini menjelaskan rekomendasi yang diberikan Komnas Perempuan juga sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sebelumnya Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, menyatakan Timsus tidak melakukan penahanan terhadap Putri Candrawathi meski sudah berstatus tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua. Saat memberikan keterangan, Kamis 1 September 2022, Agung menyebut ada tiga pertimbangan digunakan penyidik. Ketiganya adalah kondisi kesehatan Putri, alasan kemanusiaan dan anak Putri yang masih balita.

"Penyidik masih mempertimbangkan alasan kesehatan. Kedua kemanusiaan, yang ketiga masih memiliki balita," kata Agung.

Meski tidak ditahan, Agung menuturkan, Putri diharuskan melakukan wajib lapor 2 kali sepekan. Terhadap wanita berdarah Bali itu juga sudah dilakukan pencekalan. Sehingga Putri tidak lagi bisa bepergian ke luar negeri.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X