• Minggu, 25 September 2022

PDIP Dukungan Jokowi Naikkan Harga BBM, Pengamat: Era SBY Mereka Tolak Sampai Nangis

- Senin, 5 September 2022 | 09:00 WIB
Jokowi didampingi beberapa menteri mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu 3 September 2022 (Instagram @jokowi)
Jokowi didampingi beberapa menteri mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu 3 September 2022 (Instagram @jokowi)

Watyutink.com - Pernyataan PDIP yang mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mengundang kritikan berbagai pihak. Banyak yang mengingatkan kembali sikap PDIP di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu PDIP menolak kenaikan harga BBM.

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga mengatakan sikap PDIP saat ini berbeda dengan di era SBY. Hal ini lantaran PDIP saat ini menjadi bagian dari pendukung pemerintah. Berbeda dengan ketika SBY berkuasa, saat itu PDIP menjadi partai oposisi.

"Saat itu, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan petinggi PDIP mencucurkan air mata. Mereka terkesan teramat sedih karena kenaikan harga BBM akan membuat wong cilik semakin terpuruk," kata Jamiluddin.

Saat berbicara Senin 5 September 2022, Jamaluddin menyindir sebutan 'partai wong cilik' yang selalu didengungkan PDIP, termasuk saat menolak keputusan SBY menaikkan harga BBM. Namun saat Jokowi menaikkan harga BBM pembelaan terhadap wong cilik tidak lagi terlihat dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

"Argumen pembelaan wong cilik sudah tidak mengemuka saat Jokowi menaikkan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax," tuturnya.

Jamaluddin menambahkan tidak lagi terlihat elite PDIP menangis di depan publik hingg demo turun ke jalan menolak kenaikan BBM. PDIP sudah tidak lagi galak. Ibarat paduan suara, Jamaluddin menyebut PDIP sudah tidak ada suaranya.

"Sudah tidak ada tangis dan demo ke jalan dari PDIP. Mereka ibarat paduan suara, sudah tak terdengar suara lantangnya," ujarnya.

Jamaluddin menuturkan masyarakat kini mempertanyakan arti air mata elite PDIP di era SBY. Apakah murni untuk memperjuangkan kepentingan dan membela wong atau sekadar air mata politik. Jamaluddin yakin semua itu akan menjadi pelajaran bagi masyarakat dalam menilai partai politik, termasuk PDIP.

"Semua itu tentunya menjadi pelajaran bagi masyarakat dalam menilai partai politik, termasuk tentunya terhadap PDIP," kata Jamiluddin.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X