• Minggu, 25 September 2022

Timsus Dalami Keterlibatan 3 Kapolda dalam Kasus Brigadir J, Termasuk Kapolda Metro Jaya

- Selasa, 6 September 2022 | 10:00 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada awak media  (Instagram @divisihumaspolri)
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada awak media (Instagram @divisihumaspolri)

Watyutink.com - Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan tengah mendalami keterlibatan 3 Kapolda dalam kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Ketiga Kapolda itu adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra dan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya Senin 5 September 2022 mengatakan Timsus mendapat informasi mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo  sempat menghubungi ketiga Kapolda itu setelah kejadian di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ferdy Sambo dikatakan meminta bantuan ketiga Kapolda itu untuk melakukan 'pengamanan' atas kasus yang terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 itu.

“Dari Timsus (Tim Gabungan Khusus), sudah mendapatkan informasi tersebut. Tentu dari Timsus, akan mendalami hal tersebut, apabila memang ada keterkaitannya dengan kasus Irjen FS (Ferdy Sambo) ini,” ujar Dedi.

Dalam keterangannya, Dedi menekankan saat ini Timsus tengah fokus pada 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ferdy Sambo (FS), Bharada Richard Eliezer (RE), Bripka Ricky Rizal (RR), Kuat Maruf (KM), dan Putri Candrawathi (PC).

Diharapkan pemberkasan segera rampung sehingga bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Jika berkas perkara sudah dinyatakan lengkap atau P21, kasus yang menjadi sorotan publik ini bisa segera dibawa ke pengadilan.

"Saat ini, fokus penyidikan masih dalam masalah penuntasan lima berkas perkara tersangka,” kata Dedi.

Sebelumnya berkas perkara dugaan pembunuhan Brigadir Yoshua sudah diserahkan ke Kejagung. Namun lantaran masih belum lengkap atau P18 berkas tersebut dikembalikan ke Kepolisian.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan pengembalian berkas perkara akan dilakukan Kamis 1 September 2022. Ketut menjelaskan sesuai dengan Pasal 138 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) penuntut umum mempunyai waktu 7 hari untuk mempelajari dan meneliti berkas yang diterima dari penyidik.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X