• Minggu, 25 September 2022

Setelah Pengguna Ponsel, Kominfo Kini Salahkan Operator dalam Kasus Data SIM Card Bocor

- Selasa, 6 September 2022 | 13:00 WIB
Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangrepan (Instagram @djaikominfo)
Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangrepan (Instagram @djaikominfo)

Watyutink.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menyalahkan pihak lain terkait bocornya 1,3 data pendaftaran atau registrasi Kartu Subscriber Identity Module (SIM Card). Setelah sebelumnya menyalahkan masyarakat pengguna telepon seluler (ponsel) yang dikatakan kurang perhatian dalam menjaga data-data pribadi, kini Kominfo meminta pihak operator bertanggung jawab atas terjadinya kebocoran data SIM Card.

Saat memberikan keterangan, Senin 5 September 2022, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan operator seluler adalah pihak yang mengendalikan data. Perusahaan operator seluler juga pihak yang menyimpan dan menggunakan data-data tersebut. Itulah sebabnya jika data-data tersebut bocor, Semuel menyatakan operator seluler itulah yang harus bertanggung jawab.

"Jadi sesuai Undang-Undang ITE, itu setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan juga kerahasiaannya. Memang, mereka harus mempunyai suatu sistem yang comply dan tanggung jawab," ujar Semuel.

Guna mengecek kebocoran tersebut, Semuel menerangkan Kominfo telah menggelar rapat dengan semua operator seluler, seperti Telkomsel, XL, Indosat, Smartfren dan 3 (Tri). Dalam rapat tersebut, Kominfo meminta semua operator melakukan investigasi terkait kebocoran data registrasi pelanggan. Semuel menyebut pihaknya meminta operator mencari penyebabnya dan siapa yang telah membocorkan data pelanggan yang seharusnya bersifat rahasia.

"Semua harus memastikan, ngecek  jangan sampai ada kebocoran yang belum ditutup, ini kita sampaikan tadi. Sekali lagi ini jadi tanggung jawab pengendali dan mereka harus comply dengan aturan-aturan yang ada," ucapnya.

Semuel menambahkan pihaknya telah bekerjasama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri. Pasalnya kasus kebocoran data tidak bisa hanya ditelusuri dari sisi pelanggaran administratif, melainkan juga dari sisi pidana. Bersama  Bareskrim Polri, Kominfo akan melakukan investigasi untuk selanjutnya menindaklanjuti hasilnya.

"Bahwa benar ada kebocoran itu adalah kesalahan dari pengendali. Tapi yang dibocorkan datanya juga perlu, ini seolah-olah yang membocorkan pahlawan, itu yang dibocorkan data-data kita juga, makanya kami undang cyber crime, ini juga harus ditindak," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebut kebocoran data seringkali terjadi justru karena kesalahan masyarakat sendiri yang kerap lalai menjaga keamanan data-data pribadi. Itulah sebabnya Johnny meminta masyarakat lebih perhatian dalam menjaga data-data pribadinya. Salah satunya dengan tidak memberikan kepada sembarang orang, apalagi pihak yang tidak dikenal. Data privasi yang dimaksud antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK).

"Harus ada tanggung jawabnya. Jaga NIK kita sendiri," ujar Johnny.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X