• Minggu, 25 September 2022

LPSK Ungkap Kejanggalan Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi, Komnas HAM: Jangan Masuk Tupoksi Lembaga Lain

- Selasa, 6 September 2022 | 16:00 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi

 

Watyutink.com – Ketidak sepahaman antara lembaga yang turut menangani kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J mulai terjadi. Beberapa lembaga bahkan sampai menyindir pihak lain terkait kasus tersebut. Hal ini terlihat saat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengomentari pernyataan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang membongkar beberapa kejanggalan terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua terhadap istri mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam keterangannya Senin 5 September 2022 menyarankan LPSK fokus kepada tugasnya dan tidak mencampuri urusan lembaga lain. Taufan meminta LPSK tidak mengusik rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM.

"Mereka (LPSK) jangan masuk tupoksi lembaga lain," ujar Taufan.

Taufan menuturkan pihaknya telah selesai melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua. Komnas HAM menurut Taufan juga telah memberikan rekomendasi kepada penyidik Bareskrim soal adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi. Selanjutnya Komnas HAM berharap penyidik melakukan penyelidikan terkait dugaan tersebut.

"Komnas HAM sudah melakukan penyelidikan dan memberikan kesimpulan ada dugaan kuat peristiwa kekerasan seksual yang dialami Putri," jelasnya. 

Sebelum memberikan rekomendasi menurut Taufan, pihaknya telah memeriksa 4 saksi. Selain itu Komnas HAM juga meminta keterangan 2 ahli psikologi. Artinya menurut dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) ini rekomendasi yang diberikan Komnas HAM mempunyai landasan ilmiah dan layak ditindaklanjuti.

"Ada empat saksi dan dua ahli psikologi. Itu pun kami tetap menggunakan kata dugaan supaya didalami lagi dengan menggunakan ahli lain dari lembaga resmi," imbuhnya.

Sebelumnya Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membongkar beberapa kejanggalan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua kepada Putri Candrawathi. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam keterangannya Minggu 4 September 2022 menyebut ada 7 kejanggalan yang terlihar dalam dugaan pelecehan seksual yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah itu.

“Ada 7 kejanggalan atas tuduhan peristiwa asusila atau pelecehan seksual di Magelang,” ujar Edwin.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X