• Minggu, 25 September 2022

Disperindag Jawa Barat Awasi SPBU Vivo, Cegah Jual Bensin Murah

- Rabu, 7 September 2022 | 16:00 WIB
SPBU Vivo kini tak lagi menjual BBM lebih murah dibandingkan Pertamina.   (Instagram @vivispbuindonesia)
SPBU Vivo kini tak lagi menjual BBM lebih murah dibandingkan Pertamina. (Instagram @vivispbuindonesia)

Watyutink.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat dikabarkan tengah melakukan pengawasan ketat terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini guna memastikan SPBU menjual bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan aturan. Disperindag Jawa Barat tidak ingin ada SPBU yang menjual bensin dengan harga lebih murah ketimbang Pertamina.

Salah satu yang bakal diawasi adalah SPBU Vivo. Pasalnya SPBU asal Swiss yang dikelola PT Vivo Energy Indonesia itu menjual bensin jenis Revvo 89 seharga Rp8.900 per liter. Harga itu lebih mahal ketimbang BBM sejenis milik Pertamina, Pertalite yang dijual seharga Rp10.000 per liter.

Meskipun belakang Vivo menaikkan harga jual bensin Revvo 89 menjadi Rp10.900 per liter atau lebih mahal dibanding Pertalite.

Kepala Disperindag Jawa Barat Iendra Sofyan mengaku heran, bagaimana bisa Vivo menjual BBM dengan harga murah. Itulah sebabnya Iendra mengatakan pihaknya akan pula mengecek oktan Revvo 89. Hal ini guna memastikan kualitas BBM yang dijual di SPBU Vivo.

"Seperti VIVO menjual yang lebih murah, itu kita akan cek, kok bisa. Karena sebetulnya, secara perdagangan minerba itu boleh-boleh aja yah, sah-sah saja," kata Iendra.

Saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin 5 September 2022 Iendra mengatakan, jika nantinya ditemukan bilangan oktan bensin Vivo di bawah standar pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Iendra akan menyerahkan kepada masyarakat apakah akan tetap menggunakan bahan bakar tersebut atau tidak.

"Tinggal kita lihat apakah oktan-nya di bawah (standar) apa gimana. (Kalau di bawah standar) apakah mau merusak mesin atau lingkungan, silakan masyarakat yang memilih," ujarnya.

Iendra menambahkan Diperindag Jawa Barat tidak hanya mengawasi SPBU Vivo, milik Pertamina pun tak luput dari pengawasan. Terutama yang berpotensi melakukan kecurangan. Seperti mengoplos BBM dan mengurangi takaran.

"Ya, khawatir ada oplosan, itu kita awasi. Jangan sampai ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, atau mencari untung. Meskipun itu ada pembagian tugasnya dengan kabupaten/kota, dengan pengecekan meteorologinya, kalau kita dari perdagangannya," tutur Iendra.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X