• Minggu, 25 September 2022

Izinkan Kader Ikut Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Demokrat: Nggak Usah Pakai Drama Nangis

- Jumat, 9 September 2022 | 10:30 WIB
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani (Instagram @kamharlakumani)
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani (Instagram @kamharlakumani)

Watyuitnk.com - Partai Demokrat menegaskan menolak keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan alasan meringankan beban keuangan negara. Hal itu disampaikan Deputi Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani melalui keterangan tertulis Rabu 7 September 2022.

Dalam keterangannya, Kamhar menyebut seharusnya Presiden mencari cara lain guna mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya dengan meninjau ulang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan proyek infrastruktur lain yang tidak prioritas. Pemerintah juga harus bisa menekan kebocoran anggaran guna menguragi beban negara.

Pemerintah menurut Kamhar jangan dengan mudah membebankan masalah keuangan negara kepada rakyat. Kamhar menambahkan tindakan menaikkan harga BBM menunjukkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak kreatif dan tidak punya hati nurani.

"Menaikan harga BBM untuk menekan beban APBN ini langkah paling instan dan jalan pintas paling mudah, tapi sekaligus juga menunjukkan pemerintah tak kreatif dan tak punya hati," tutur Kamhar.

Dia menerangkan Partai Demokrat memberikan kebebasan kadernya menyampaikan penolakan terhadap keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Semua kader Demokrat, termasuk yang menjadi anggota dewan baik tingkat DPRD maupun DPR RI dipersilakan menyuarakan penolakan. Bahkan jika ikut turun ke jalan mengikuti aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.

"DPP Demokrat khususnya Bappilu telah mengkomunikasikan kepada anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk mengambil langkah dan tindakan," ujar Kamhar.

Menurutnya DPP Partai Demokrat telah mengeluarkan instruksi pada pekan kedua Agustus 2022 terkait penolakan kenaikan harga BBM. Kader dan pengurus dari 154 DPC dipersilakan turun ke jalan menyuarakan penolakan.

Namun Kamhar mengingatkan kader agar tidak perlu mendramatisir suasana. Apalagi sampai menangis di depan umum. Pernyataan Kamhar itu menyindir tindakan beberapa elite PDIP yang menangis saat pemerintahan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM.

"Kader tak perlu menangis dalam menyampaikan argumentasi penolakan kenaikan BBM ini sebagaimana aksi sandiwara elit-elit partai PDIP pada saat merespon kenaikan BBM di masa pemerintahan SBY," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X