• Minggu, 25 September 2022

Komnas HAM Duga Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir Yoshua

- Senin, 12 September 2022 | 09:00 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Instagram @taufandamanik)
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Instagram @taufandamanik)

Watyutink.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengungkap temuan baru terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Taufan menyebut kemungkinan istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) ikut menembak Brigadir Yoshua.

Saat menjadi narasumber di sebuah acara di Kompas TV, Minggu 11 September 2022, Taufan kemungkinan tersebut berdasarkan hasil ekshumasi atau autposi ulang jenazah Brigadir Yoshua. Kemungkinan itu diperkuat dengan hasil uji balistik yang menunjukkan Brigadir Yoshua ditembak lebih dari 1 kali.

"Tak mungkin dari senjata yang satu. Pasti dari lebih dari satu senjata, bisa lebih dari dua senjata. Makanya saya munculkan juga ada pihak ketiga," kata Taufan.

Ia menduga ada pihak ketiga yang ikut menjadi eksekutor. Menurut Taufan orang itu tak lain adalah Putri Candrawathi yang turut menembak Brigadir Yoshua. Itulah sebabnya Komnas HAM meminta penyidik menyelidiki temuan tersebut.

"Iya (termasuk Putri menembak). Makanya saya katakan juga berkali-kali saya mungkin dibaca mungkin record-nya (CCTV) diambil. Saya katakan saya belum begitu meyakini konstruksi peristiwa yang dibuat oleh penyidik sekarang, karena masih bergantung dari keterangan demi keterangan," ujar Taufan.

Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) ini juga mendorong penyidik melakukan pendalaman berdasarkan bukti-bukti yang ada dan tidak hanya berdasarkan keterangan saksi semata.

"Kita mendorong penyidik ini untuk mendalami, jangan hanya terbatas kepada keterangan semata-mata. Mereka katakan ada bukti lain. Sebab begini, ada satu problem yang luar biasa di situ, (yakni) dihilangkannya CCTV di dalam rumah," kata dia.

Seperti diketahui Putri Candrawathi dan 4 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua. Keempat tersangka lainnya yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Putri Candrawathi dan tersangka lainnya dijerat dengan pasal 340 subsider pasal 338 junto pasal 55 junto pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri Candrawathi tidak ditahan. Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, saat memberikan keterangan, Kamis 1 September 2022, Agung menyebut ada tiga pertimbangan digunakan penyidik. Ketiganya adalah kondisi kesehatan Putri, alasan kemanusiaan dan anak Putri yang masih balita.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X