• Minggu, 2 Oktober 2022

Ketua Komnas HAM Duga Ferdy Sambo Punya Masalah Kejiwaan

- Rabu, 14 September 2022 | 14:00 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Instagram @taufandamanik)
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Instagram @taufandamanik)

Watyutink.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali membuat pernyataan terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menduga salah satu tersangka pembunuhan, Ferdy Sambo mengalami masalah kejiwaan.

Saat memberikan keterangan Selasa 13 September 2022, Taufan menyebut masalah kejiwaan yang mungkin diderita adalah psikopat yang terjadi akibat Ferdy Sambo sempat menduduki jabatan yang sangat penting di Kepolisian. Sebelum menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua, Ferdy Sambo yang dulunya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) menjabat Kadiv Propam Polri dan Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih Polri.

Kedua jabatan penting itu menurut Taufan menjadikan Ferdy Sambo mempunya pengaruh yang sangat besar di Polri. Taufan menyebut Ferdy Sambo sebagai ‘superpower.’

 “Bisa jadi psikopat, tapi ini bisa karena superpower itu. Dia bisa ngeyakinin dirinya, siapa yang bisa bongkar kejahatan saya, saya bisa suruh-suruh ini semua,” kata Taufan.

Jabatan penting bahkan ‘superpower’ itu tutur Taufan menjadikan Ferdy Sambo menjadi jumawa. Selain itu mantan Kapolres Brebes, Jawa Tengah itu merasa bisa melakukan apa pun, termasuk melanggar hukum. Lantaran menjadi psikopat, Ferdy Sambo menurut Taufan jadi ingin langsung membunuh Brigadir Yoshua.  

“Bisa jadi ada kebencian kalau tidak dihabisi langsung. Karena dia merasa superpower,” ujarnya.

Secara psikologi Ferdy Sambo menurut Taufan merasa tidak bakal terkena sanksi hukum lantaran mempunya jabatan yang ‘superpower.’ Bahkan seolah lebih superpower ketimbang Kapolri.

Taufan menerangkan, seharusnya Ferdy Sambo tidak perlu ikut mengeksekusi Brigadir Yoshua. Ferdy Sambo dengan jabatannya bisa menyuruh anak buahnya, sehingga tangannya tidak harus ‘berlumuran darah’ Brigadir Yoshua. Namun yang terjadi, Ferdy Sambo justru menembak langsung ajudannya itu.   

“Sambo ini semestinya bisa dengan mudah menculik Yosua lalu dibawa ke Depok terus dibunuh ditabrakin truk gitu kan bisa. Ngapain dia sampai susah-susah bunuh Yosua sendiri apalagi di rumah dinasnya sendiri lagi. Ini yang aneh menurut saya,” ujar dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Kapolri Siap Hadapi Tantangan Ferdy Sambo di PTUN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Berkas Perkara Sudah P21, Ferdy Sambo segera Disidang

Kamis, 29 September 2022 | 09:00 WIB
X