• Minggu, 25 September 2022

Mantan Ketua MK Tegaskan Jokowi Tidak Bisa Maju Jadi Cawapres

- Kamis, 15 September 2022 | 13:30 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Assiddhiqie (Instagram @jimlyas.note)
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Assiddhiqie (Instagram @jimlyas.note)

Watyutink.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Assiddhiqie menyatakan Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa lagi maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Baik sebagai Calon Presiden (Capres) maupun Calon Wakil Presiden (Cawapres). Pernyataan tersebut disampaikan Jimly menanggapi komentar sejumlah pihak yang menyebut terbuka peluang bagi Jokowi menjadi Cawapres pada 2024.

Saat berbicara melalui akun twitternya @JimlyAs, Kamis 15 September 2022 Jimly menjelaskan pasal 7 Undang-undang Dasar (UUD) 1945 memang tidak secara jelas melarang presiden yang sudah menjabat selama 2 tahun tampil kembali sebagai Cawapres.

UUD 1945 menurut Jimly hanya menyebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, untuk 1 kali masa jabatan. Namun hal itu bukan berarti Jokowi bisa dipilih kembali dalam jabatan yang berbeda, seperti menjadi Cawapres.

Anggapan yang menilai Jokowi bisa maju lagi sebagai Cawapres menurut Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini adalah pemahaman yang salah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta ini menerangkan Presiden dan Wakil Presiden itu adalah 1 paket. Pasal 7 UUD 1945 menurut Jimly harus dipahami secara mendalam, cermat, sistematis dan kontekstual. Menurutnya larangan Jokowi tampil sebagai Cawapres pada 2024 tidak hanya dari segi hukum tapi juga etika.

"Dari segi hukum, jelas tidak boleh, apalagi dari segi etika," tuturnya

Lebih jauh Jimly mengungkapkan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) adalah 1 paket. Jika setelah dilantik Presiden meninggal, Wapres naik jadi Presiden. Itulah sebabnya diperlukan cara yang sistematis dan kontekstual dalam membaca Pasal 7 UUD 1945.

"Harus sistematis dan kontekstual, jangan cuma titik koma. Intinya Presiden Jokowi tidak bisa nyalon lagi. Titik," kata Jimly.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) juga menanggapi pernyataan juru bicara (Jubir) MK Fajar Laksono yang mengatakan tak ada larangan Jokowi maju sebagai Cawapres. Jimly menambahkan komentar Jubir MK tidak bisa dijadikan acuan. Sebab komentar bukanlah putusan MK yang bisa menjadi rujukan.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X