• Minggu, 25 September 2022

Tangkap Sinyal Kecurangan Pilpres 2024, SBY: Saya Harus Turun Gunung

- Minggu, 18 September 2022 | 12:30 WIB
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Instagram @sby.yudhoyono)
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Instagram @sby.yudhoyono)

Watyutink.com - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku melihat tanda-tanda akan adanya kecurangan ada penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. SBY menyebut telah ada sinyal Pilpres bakal berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil. Itulah sebabnya SBY menyatakan siap 'turun gunung' menghadapi pesta demokrasi 5 tahunan itu.

Pernyataan itu diketahui setelah video pidato SBY menjadi viral setelah diunggah di akun TikTok @pdemokrat.sumut, Sabtu 17 September 2022. Pidato tersebut disampaikan SBY saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Kamis 15 September 2022.

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang. Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengaku telah mendapat informasi Pilpres 2024 bakal diatur sedemikian rupa agar hanya diikuti 2 pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres). Kedua pasangan tersebut adalah calon-calon yang dikehendaki pihak yang akan mengatur jalan Pilpres.

Informasi yang diterima SBY juga mengatakan pasangan yang diusung Partai Demokrat bakal dipersulit. Pasalnya partai berlogo Bintang Mercy itu selama ini menjadi pihak oposisi. SBY menegaskan cara-cara seperti itu adalah kejahatan. Ia mengingatkan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pilpres adalah hak rakyat.

"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti hanya diinginkan oleh mereka hanya dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikendaki oleh mereka. Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan, menginjak-injak hak rakyat bukan," ujarnya

Pria yang memimpin Indonesia selama 2 periode, 2004-2014 itu juga menyinggung bagaimana dirinya sukses menggelar 2 kali Pemilu dan Pilpres. Selama itu pula Partai Demokrat tidak pernah melakukan kejahatan atau kebathilan.

"Dan, ingat selama 10 tahun dulu. Kita di pemerintahan. Dua kali menyelenggarakan pemilu termasuk pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebathilan seperti itu," ujar SBY.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengakui video tersebut disampaikan SBY di acara Rapimnas Demokrat di JCC, Senayan, Kamis 15 September 2022. Imelda mengatakan SBY saat itu memberikan arahan kepada kader Partai Demokrat agar bersiap menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.

“Bapak ingin sampaikan ke kami bahwa harus bersiap hadapi 2024. Beliau dengar rumor yang berkembang seperti itu. Lalu disampaikan juga ke kami,” ujar Imelda

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X