• Kamis, 8 Desember 2022

Minta Orang Luar Jawa Sadar Diri, Luhut Sebut Mustahil Jadi Presiden

- Kamis, 22 September 2022 | 10:00 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan  (Dok. Biro Pers Setpres)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Biro Pers Setpres)

Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta tokoh-tokoh dari luar Jawa sadar diri. Luhut mengingatkan agar mereka tidak berpikir untuk ikut maju sebagai bakal Calon Presiden (Capres). Setidaknya dalam waktu dekat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Saat menjadi tamu di kanal YouTube RGTV Channel, Rabu 21 September 2022, Luhut menyebut orang luar Jawa mustahil bisa menjadi Presiden RI. Kalau memaksakan diri, menurutnya hanya akan berakhir dengan sakit hari. Luhut menuturkan pendapatnya itu terkait dengan faktor antropologi.

"Ini bicara antropologi. Kalau Anda bukan orang Jawa dan pemilihan langsung [terjadi] hari ini--saya enggak tahu 25 tahun lagi--udah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati," ujarnya.

Dalam wawancara yang dipandu pengamat politik Rocky Gerung itu, Luhut menambahkan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak harus dengan menjadi presiden. Itulah sebabnya jika bukan dari Jawa, mantan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) ini menyarankan sebaiknya tidak usah berpikir untuk menjadi oranh nomor 1 di Indonesia.

Luhut menegaskan, dirinya adalah orang yang mustahil bisa menjadi Presiden RI. Selain bukan dari Jawa juga bukan beragama Islam. Sehingga menurut Luhut dirinya menjadi double minoritas yang tidak mungkin bisa jadi Presiden RI. Oleh karena itu, mantan Menko Polhukam ini pun memilih menerima nasih dan menjauh dari keriuhan bursa Calon Presiden.

"Ya termasuk saya. Saya double minoritas. Sudah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang sudah cukup itu, kita harus tahu," timpal Luhut.

Sementara itu Rocky Gerung yang menjadi pewawancara tidak menampik anggapan Luhut itu. Rocky mengakui faktor antropologi menjadi salah satu faktor yang menyulitkan figur dari luar Jawa bisa tampil sebagai Presiden RI. Rocky pun menyarankan tokoh-tokoh luar Jawa membatalkan ambisinya untuk menjadi presiden.

"Antropologi kita basisnya adalah ethnicity, dan faktualitas itu yang kadangkala membatalkan ambisi orang menjadi presiden," kata mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI) ini.

Dalam diskusi tersebut Luhut dan Rocky membahas berbagai isu seputar kondisi politik Indonesia menjelang Pemilu 2024. Salah satu isu yang dibahas adalah munculnya beberapa tokohyang digadang-gadang bakal maju sebagai Capres 2024.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X