• Minggu, 25 September 2022

Hakim MA jadi Tersangka Kasus Suap, KPK: Menyedihkan, Peradilan Sudah Tercemari Uang

- Jumat, 23 September 2022 | 14:00 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri saat mengumumkan Hakim MA Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap, Jumat 23 September 2022 di Gedung KPK, Jakarta  (Instagram @official.kpk)
Ketua KPK Firli Bahuri saat mengumumkan Hakim MA Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap, Jumat 23 September 2022 di Gedung KPK, Jakarta (Instagram @official.kpk)

Watyutink.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengumumkan pihaknya telah menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD) sebagai tersangka dalam kasus  dugaan suap dan pungutan liar pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat 23 September 2022, Firli mengatakan, pihaknya telah mempunyai cukup alat bukti untuk menaikkan perkara ini ke tingkat penyidikan. Selain SD, KPK juga menetapkan 9 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

“Penyidik menetapkan 10 orang sebagai tersangka, SD hakim agung MA,” kata Firli.

Kesembilan tersangka lainnya adalah Elly Tri Pangestu selaku Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung, Desy Yustria dan Muhajir Habibie selaku PNS Kepaniteraan Mahkamah Agung.

Kemudian, Redi dan Albasri yang merupakan PNS di MA, Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto dari pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) ini menuturkan para tersangka akan ditahan untuk 20 hari ke depan guna menjalani penyidikan.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku sedih dengan ditangkapnya Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Ghufron menyatakan penangkapan Sudrajat da kasus dugaan suap membuktikan lembaga peradilan di Indonesia sudah tercemari uang.

"KPK bersedih harus menangkap hakim agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Ghufron.

Saat memberikan keterangan, Kamis 22 September 2022 di Jakarta Ghufron menyatakan fenomena korupsi di lembaga peradilan, termasuk MA bukan hal baru. Itulah sebabnya KPK sangat prihatin atas penangkapan kali ini. Ia berharap penangkapan aparat hukum kali ini adalah yang terakhir.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 20 September 2022 | 10:30 WIB
X