• Rabu, 30 November 2022

PBNU Sebut Indonesia Perlu Buka Komunikasi dengan Israel, Kemenlu: Tidak Ada Rencana Itu

- Selasa, 27 September 2022 | 14:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf  (Instagram @gusyahyastaquf)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Instagram @gusyahyastaquf)

Watyutink.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyatakan Indonesia perlu membuka komunikasi dengan pemerintah Israel. Langkah ini perlu dilakukan guna membantu perjuangan rakyat Palestina. Pria yang biasa disapa Gus Yahya ini mengatakan jika bisa berdialog dengan pemerintah Israel, Indonesia bisa menanyakan nasib bangsa Palestina.

Hal itu disampaikan Gus Yahya menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang mengatakan Indonesia tidak pernah berencana membangun komunikasi dengan Israel. Gus Yahya menambahkan bisa jadi Kemenlu mempunyai rencana yang lebih spesifik sesuai dengan dinamika yang terjadi.

"Sebenarnya ini peluang bagus untuk membuka komunikasi substansial dengan pihak Israel menyangkut nasib Palestina. Tapi pihak Kemenlu mungkin punya kalkulasi spesifik terhadap dinamika politik di lapangan," kata Gus Yahya.

Saat memberikan keterangan tertulis, Senin 26 September 2022, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah ini mengungkapkan seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan peluang membantu Palestina, salah satunya dengan membangun dialog dengan Israel. Menurut Gus Yahya sudah lama rakyat Palestina menunggu penyelesaian masalah yang melanda negaranya.

"Prinsipnya, peluang ini seyogyanya tidak disia-siakan karena Palestina sudah teramat lama menunggu proses penyelesaian masalahnya bergerak maju," ujar Gus Yahya.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menuturkan apapun pertimbangan politik yang diambil Indonesia terkait perjuangan rakyat Palestina harus dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah dengan segera. Jalan keluar dari kebuntuan yang terjadi selama ini menurut kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini harus segera ditemukan.

"Karena tidak ada alasan moral yang legitimate bagi kita untuk berhubungan dengan Israel selain untuk membantu Palestina, dan menemukan jalan keluar dari kebuntuan saat ini," kata Yahya.

Sebelumnya muncul kabar ada delegasi dari 2 negara Islam besar yang menemui pemerintah Israel. Kedua negara tersebut adalah Indonesia dan Pakistan. Kabar adanya pertemuan rahasia itu disampaikan oleh The Jerusalem Post, Selasa 20 September 2022.

Salah satu media Israel itu dalam laporannya menyebut kedatangan delegasi kedua negara berpenduduk muslin terbesar itu sebagai pemenasan menuju dibukanya hubungan diplomatik dengan negara zionis itu. The Jerusalem Post menambahkan pada akhir 2021 juga pernah adabl pertemuan serupa. Hal ini menandakan telah terjalin hubungan yang dekat antara Israel dan Indonesia.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X