• Minggu, 29 Januari 2023

Tuai Banyak Kritikan, Program Kompor Listrik Resmi Dibatalkan

- Rabu, 28 September 2022 | 10:30 WIB
Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo  (Dok. PT PLN )
Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo (Dok. PT PLN )

Saat memberikan keterangan Selasa 27 September 2022, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan PLN sebenarnya sudah siap menjalankan program kompor listrik untuk menggantikan penggunaan gas Elpiji 3 kg. Terlebih PLN telah melakukan uji coba di Kota Solo dan Denpasar.

Namun dengan berbagai pertimbangan, termasuk khawatir menimbulkan gejolak masyarakat, program kompor listrik terpaksa harus dibatalkan.

"Kalau bicara siap, harusnya sudah siap. Program awal kan 300 ribu kompor listrik. Uji coba juga sudah dilakukan di dua kota, jadi sudah siap dari sisi teknis," ujarnya.

Batalnya konversi gas Elpiji 3 kg menjadi kompor listrik menurut Mamit bakal membuat PLN tetap menanggung kelebihan pasokan atau oversupply listrik mencapai 6 hingga 7 Giga Watt (GW). Jumlah kerugian yang diderita PLN pun sangat besar. Jika kerugian tiap 1 GW sebesar Rp3 triliun artinya PLN harus tekor hingga Rp21 triliun per tahun untuk menanggung oversupply sebesar 7 GW.

"Angka itu membebani PLN, padahal dananya bisa digunakan untuk yang lain yang lebih produktif," terang Mamit.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan sebenarnya pengalihan dari gas Elpiji 3 kg menjadi kompor listrik tidak berpengaruh besar terhadap oversupply listrik. Pasalnya pengguna listrik terbesar bukanlah konsumsi masyarakat. Komaidi menyebut pengguna listrik terbesar adalah sektor industri.

"Konsumsi masyarakat tidak terlalu besar, tidak terlalu mempengaruhi oversupply karena penggunaan yang besar dari industri," jelas Komaidi.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X