• Rabu, 30 November 2022

Indonesia 2 Kali Gagal jadi Negara Maju, Mahfud MD: Sudah Saatnya Budaya Adiluhung jadi Panglima

- Kamis, 29 September 2022 | 12:00 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN) saat memberikan sambutan di acara Bhineka Culture Festival, Rabu 28 September 2022 di (watyutink.com/yusuf rinaldy )
Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN) saat memberikan sambutan di acara Bhineka Culture Festival, Rabu 28 September 2022 di (watyutink.com/yusuf rinaldy )

Watyutink.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan sekarang ini sudah saatnya budaya dijadikan panglima dalam membangun bangsa dan negara. Pasalnya Indonesia mempunya budaya yang adiluhung yang terbukti berhasil menyatukan bangsa Indonesia hingga bisa bertahahan sebagai negara kesatuan selama 77 tahun. Hal itu disampaikan Mahfud saat menghadiri pembukaan acara Bhineka Culture Festival yang di Gedung Gerakan Bhineka Nasionalis, Jl Penjernihan 1 Nommor 50, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 28 September 2022.

Dalam sambutannya, Mahfud menerangkan Indonesia sudah hidup sebagai sebuah negara selama 77 tahun. Berbagai peristiwa pernah dialami negera ini. Mengutip pernyataan kyai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri, Mahfud menyebut Indonesia pernah mengalami 2 kegagalan dalam membangun bangsa menjadi negara maju. Pertama, pada era Presiden Soekarno. Saat itu proklamator yang kerap disapa Bung Karno itu menjadikan politik sebagai panglima.

“Sehingga muncul liberalism dan ujungnya Bung Karno mengambil alih pemerintahan dan membubarkan parlemen melalui Dekrit Presiden,”ujar Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskan cara yang diambil Bung Karno saat itu ternyata salah. Meskipun semua mengakui jasa ayahanda Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu sangat besar terhadap bangsa dan negara Indonesia. Bung Karno menurut Mahfud berhasil membangun integerasi bangsa.

Kegagalan kedua, ungkap Mahfud adalah di era kepemimpinan Soeharto. Presiden kedua RI yang biasa dipanggil Pak Harto ini hadir memperkenalkan Orde Baru setelah Bung Karno lengser dari kursi kepresidenan. Mahfud menjelaskan, selama memimpin Indonesia, Pak Harto menjadikan ekonomi sebagai panglima.  

“Pak Harto membangun ekonomi sejak akhir 60-an hingga pertengahan 90-an,” tutur Mahfud.

Namun semuanya hancur setelah Indonesia dihantam Krisis Moneter atau Krismon pada akhir 90-an. Fundamental ekonomi Indonesia kala itu terbukti tidak kuat. Meskipun secara angka-angka terjadi pertumbuhan ekonomi yang terlihat cukup signifikan.  

Dua pengalaman tersebut menurut Mahfud  bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Itulah sebabnya, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini mengusulkan mulai sekarang bangsa Indonesia harus menjadikan budaya sebagai panglima. Mahfud menilai Indonesia mempunyai warisan berupa budaya yang adiluhung.

“Ini ada relevansinya dengan festival yang diselenggarakan oleh Gerakan Bhineka Nasionalis ini,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X