• Rabu, 30 November 2022

Resmi Ditahan, Putri Candrawathi Akhirnya jadi Penghuni Rutan Mabes Polri

- Jumat, 30 September 2022 | 15:30 WIB
Tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua,, Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo  (Tiktok @Revalipop)
Tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua,, Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo (Tiktok @Revalipop)

Watyutink.com - Polisi akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi. Penahanan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 Kejagung oleh Kejaksaan Agung.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 30 September 2022 mengatakan terhitung sejak hari tersebut, istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo itu akan menjadi penghuni Rumah Tahanan Rutan (Mabes) Polri.

Listyo menuturkan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri telah memutuskan penahanan terhadap Putri sudah bisa dilakukan. Terlebih Putri dalam kondisi kesehatan yang baik. Penahanan terhadap Putri dilakukan untuk mempermudah proses penyerahan berkas tahap II.

"PC (Putri Candrawathi) dalam keadaan baik. Oleh karena itu untuk mempermudah proses penyerahan berkas tahap II, hari ini PC kita nyatakan, kita putuskan untuk ditahan di Rutan Mabes Polri," ujar Listyo .

Sebelumnya, berbagai pihak mempertanyakan mengapa Putri Candrawathi tak kunjung ditahan. Padahal 4 tersangka lainnya yakni, Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf sudah ditahan. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan kondisi kesehatan dan psikologis Putri menjadi salah satu pertimbangan.

Direncanakan Polri akan menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Agung pada Senin 3 Oktober 2022. Polri menyebut tersangka dan barang bukti yang diserahkan terkait dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice atau merintangi penyelidikan kasus Brigadir Yoshua.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkas kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21. Hal itu disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana sat memberikan konferensi pers Rabu 28 September 2022.

"Kasus perkara kasus pembunuhan berencana dinyatakan lengkap terkait kasus pembunuhan berencana," kata Fadil.

Selain perkara dugaan pembunuhan berencana, berkas kasus obstruction of justice atau merintangi penyelidikan juga sudah P21. Fadil menyebut penyidik telah memenuhi syarat-syarat formil dan materil. Terdapat 7 berkas perkara dalam kasus tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X