• Rabu, 30 November 2022

Mi Sedaap di Hong Kong Ditarik karena Mengandung Pestisida, BPOM: Beda dengan yang di Indonesia

- Jumat, 30 September 2022 | 14:00 WIB
BPOM tegaskan Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken yang dipasarkan di Indonesia aman
BPOM tegaskan Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken yang dipasarkan di Indonesia aman

Watyutink.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya buka suara soal kabar produk mi Instan asal Indonesia, Mi Sedaap, yang ditarik peredarannya di Hong Kong. Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken Flavour Fried Noodle itu ditarik karena mengandung residu pestisida etilen oksida (EtO).

Dalam keterangan reminya, Kamis 29 September 2022, BPOM menegaskan Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken Flavour Fried Noodle yang beredar di Hong Kong tidak sama dengan yang dipasarkan di Indonesia. BPOM memastikan produk sejenis yang ada di Indonesia aman dan memenuhi aturan yang berlaku.

"Berdasarkan penelusuran BPOM, produk mie instan yang ditarik di Hong Kong berbeda dengan produk bermerek sama yang beredar di Indonesia. Produk yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan yang ada," kata BPOM melalui keterangan tertulisnya.

BPOM menjelaskan EtO merupakan pestisida yang digunakan untuk fumigasi. Temuan residu EtO dan senyawa turunannya yaitu 2-Chloro Ethanol/2-CE dalam pangan merupakan emerging issue atau isu baru yang dimulai dengan notifikasi oleh European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) pada 2020.

Meskipun residu pestisida Et0 tidak ditemukan pada produk Mi Sedaap di tanah air, BPOM meminta masyarakat tetap waspada.

Kendati residu Et0 tak ditemukan dalam Mie Sedaap yang beredar di Indonesia, BPOM mengaku tetap mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat. Dengan demikian BPOM melakukan sejumlah upaya.

BPOM menambahkan akan meminta klarifikasi dari pihak produsen. Selain itu juga meminta penjelasan dari otoritas keamanan pangan Hong Kong terkait hasil pengujian Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken Flavour Fried Noodl.

BPOM juga akan terus memantau peredaran produk tersebut dan disesuaikan dengan peraturan dan standar keamanan pangan internasional. BPOM juga baka melakukan uji sampling untuk mengetahui tingkat kandungan senyawa tersebut pada produk dan tingkat paparannya

"BPOM secara terus-menerus melakukan monitoring dan pengawasan pre- dan post-market terhadap sarana dan produk yang beredar untuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan menjamin produk yang terdaftar di BPOM dan beredar di Indonesia aman dikonsumsi," ujar BPOM.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X