• Rabu, 30 November 2022

Arema FC vs Persebaya Rusuh, 127 Orang Meninggal Dunia

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:00 WIB
Mobil K9 milik polisi ikut dirusak suporter yang marah
Mobil K9 milik polisi ikut dirusak suporter yang marah

Watyutink.com - Kerusuhan suporter pecah dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 yang mempertemukan Arema FC menghadapi Persebaya. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022 malam itu, 127 orang dikabarkan meninggal dunia.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta saat memberikan konferensi pers di Malang, Minggu 2 September 2022 mengatakan 2 diantaran korban meninggal dunia adalah anggota Polri. Dari 125 suporter yang menjadi korban, 34 diantaranya meninggal dunia di stadion.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ungkap Nico

Selain itu menurut laporan polisi, sekitar 180 orang harus dirawat di sejumlah rumah sakit karena mengalami luka-luka. Korban dirawat di RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, dan ada juga yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang guna perawatan intensif.

Nico menjelaskan korban meninggal dunia mayoritas karena sesak nafas dan terinjak-injak. Saat aparat keamanan menembakkan gas air mata guna membubarkan kerusuhan, massa panik dan berebut menuju ke satu titik, yaitu pintu keluar. Lantaran penumpukan massa itulah terjadi saling injak yang berujung jatuhnya korban meninggal dunia.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," tutur Nico.

Sebelumnya kerusuhan suporter pecah dalam pertandingan pekan ke-11 BRI Liga 1 2022-2023 yang mempertemukan 2 musuh bebuyutan, Arema FC vs Persebaya. Pada pertandingan berjuluk Derbi Jawa Timur ini tim tuan rumah harus menelan kekalahan dengan skor 2-3.

Akibatnya suporter tim berjuluk Singo Edan itu marah dan merusak beberapa fasilitas stadion. Suporter meloncati pagar dan masuk ke dalam lapangan. Aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri pun berusaha mengahalau para suporter.

Lantaran jumlah suporter yang cukup banyak, aparat keamanan terpaksa menembakkan gas air mata guna membubarkan massa.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X