• Rabu, 30 November 2022

Aremania Bantah Temuan PSSI Ada 42 Botol Minuman Keras di Stadion Kanjuruhan

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Kerusuhan suporter terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu 1 Oktober 2022 yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia  (Twitter )
Kerusuhan suporter terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu 1 Oktober 2022 yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia (Twitter )

Watyutink.com - Kelompok suporter atau pendukung Arema FC, Aremania membantah pernyataan Ketua Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erwin Tobing yang menyebut menemukan 42 botol minuman keras di Stadion Kanjuruhan saat terjadinya kerusuhan berdarah pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Salah seorang Aremania, Agus Babon menegaskan tidak mungkin ada botol minuman keras yang bisa masuk ke dalam stadion. Saat memberikan keterangan Selasa 4 Oktober 2022, Agus menegaskan pemeriksaan saat memasuki Stadion Kanjuruhan sangat ketat.

Agus menambahkan, jangankaan botol minuman keras, korek api saja tidak bisa masuk stadion yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu. Sehingga mustahil ada botol minuman keras yang bisa masuk.

"Mustahil itu ada botol minuman di dalam tribune. Pakai logika saja. Pemeriksaan masuk itu ketat. Wong korek api saja disita kok, ini ada botol minuman, ga masuk akal," kata Agus.

Ia menambahan pintu masuk stadion dijaga ketat aparat keamanan, baik dari TNI maupun Polri. Setiap orang yang masuk sudah melalui pemeriksaan. Secara logika tidak mungkin botol minuman bisa lolos. Agus pun meminta pihak-pihak tertentu tidak terus-terusan menyudutkan Aremania dalam tragedi yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia itu.

"Janganlah kami Aremania ini disudutkan begitu. Di tribune itu juga kan ada polisi dan tentara yang jaga. Mau masuk pintu tribune juga diperiksa. Masukin botol minuman itu gimana logikanya," tutur Agus.

Sebelumnya Ketua Komite Disiplin PSSI Erwin Tobing menyatakan telah menemukan 42 botol minuman keras yang masih tertutup segel di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam yang berujung kerusuhan.

Erwin menyebut hal itu terungkap saat tim investigasi PSSI bertemu dengan perwakilan manajemen Arema FC, Ketua Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.

Erwin menerangkan minuman keras yang ditemukan adalah badek dan cunrik. Keduanya adalah minuman keras tradisional yang terbuat dari air fermentasi tapai. Jika diminum apalagi dalam jumlah banyak, badek dan cunrik bisa memabukkan.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X