• Minggu, 29 Januari 2023

Ferdy Sambo Minta Maaf ke Keluarga Brigadir Yoshua, Pengacara: Dia Tidak Tulus

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:00 WIB
Ferdy Sambo mengenakan rompi merah muda saat tiba di Kejaksaan Agung
Ferdy Sambo mengenakan rompi merah muda saat tiba di Kejaksaan Agung

Watyutink.com – Tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Norpyansah Hutabarat, Ferdy Sambo akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Agung. Mantan Kadiv Propam Polri itu diserahkan bersamaan dengan pelimpahaan tahap II dari Polri ke Kejaksaan, Rabu 5 Oktober 2022. Saat diserahkan ke Kejaksaan, Ferdy Sambo menyatakan sangat menyesal telah melakukan tindakan yang menyebabkan Brigadir Yoshua atau Brigadir J meninggal dunia. Ferdy Sambo juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Brigadir Yoshua.

"Saya sangat menyesal, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk Bapak dan Ibu dari Yoshua," ujar Sambo saat berbicara di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Jakarta Selatan.

Permintaan maaf tersebut adalah yang pertamakalinya diucapkan Ferdy Sambo. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Ferdy Sambo belum pernah menyatakan permohonan maaf, terutama kepada keluarga Brigadir Yoshua. Mantan Kapolres Brebes itu mengaku memerintahkan membunuh Brigadir Yoshua yang tak lain adalah ajudannya itu untuk membela kehormatan istrinya, Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo menyakini istrinya menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua. Itu pula yang membuatnya bersikap emosional sehingga memerintahkan ajudannya yang lain, Bharada Richard Eliezer menembak Brigadir Yoshua saat berada di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022 silam.

“Saya tidak tahu bagaimana membahasakan perasaan, emosi, amarah yang memuncak setelah mendengar informasi tentang perbuatan yang dialami istri saya. Kabar yang sangat menyesakkan hati saya sebagai seorang suami,” tuturnya.

Dalam kesempatan terserbut, Ferdy Sambo menegaskan istrinya, Putri Candrawathi tidak terlibat dalam pembunuhan Brigadir Yoshua. Justru Putri Candrawathi menurut Ferdy Sambo adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yoshua.

"Istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," tutur Ferdy Sambo.

Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini menegaskan siap menjalani semua proses hukum. Saat ini kasus yang menjadi perhatian publik ini perkaranya sudah masuk ke Kejaksaan Agung. Diperkirakan dalam waktu tak lama lagi Ferdy Sambo akan segera menjalani persidangan.  

"Saya siap menjalani proses hukum," ujar Ferdy Sambo.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X