• Minggu, 29 Januari 2023

Bantah Ferdy Sambo Hanya Perintahkan Pukul, Bharada Eliezer: Dia Suruh Tembak Brigadir Yoshua

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:00 WIB
Bharada Richard Eliezer bersama pengacara Ronny Talapessy  (Instagram @ronnytalapessy)
Bharada Richard Eliezer bersama pengacara Ronny Talapessy (Instagram @ronnytalapessy)

Watyutink.com - Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Nopryansah Hutabarat, Bharada Richard Eliezer membantah pernyataan kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah soal tidak adanya perintah membunuh. Melalui pengacaranya, Ronny Talapessy, Bharada Eliezer menegaskan Ferdy Sambo memerintahkan Bharada Eliezer menembak Brigadir Yoshua.

Saat memberikan keterangan kepada awak media Rabu 12 Oktober 2022, Ronny mengatakan kliennya telah memberikan keterangan dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). Isinya menerangkan kronologi penembakan terhadap Brigadir Yoshua. Termasuk adanya perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yoshua alias Brigadir J.

"Bahwa berdasarkan keterangan klien kami RE dalam BAP sudah mengungkapkan kronologis dan fakta bahwa FS (Ferdy Sambo) memerintahkan RE (Richard Eliezer) untuk melakukan penembakan kepada J (Brigadir Yoshua) dan sebelumnya FS juga memerintahkan RR (Ricky Rizal) untuk melakukan penembakan kepada J," kata Ronny.

Itulah sebabnya Ronny mengatakan tidak benar jika Ferdy Sambo memerintahkan Bharada Eliezer hanya memukul atau menghajar Brigadir Yoshua. Ronny memastikan perintah yang diberikan Ferdy Sambo adalah menembak Brigadir Yoshua.

"Jadi perintahnya FS bukan menghajar, tapi penembakan kepada J," tutur Ronny.

Meski demikian Ronny tidak mempermasalahkan pernyataan Febri Diansyah. Menurutnya hal itu sah-sah saja lantaran Febri adalah kuasa hukum Ferdy Sambo. Ronny mengungkapkan biarlah nanti fakta-fakta dipersidangan yang membuktikan.

"Terkait pernyataan pengacara FS, itu sah-sah saja, kita kuasa hukum RE akan membuktikannya sesuai fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan," tutur Ronny.

Sebelumnya pengacara Ferdy Sambo, Febri Diansyah menyatakan kliennya tidak pernah memberikan perintah membunuh Brigadir Yoshua. Febri mengatakan mantan Kadiv Propam Polri itu hanya memerintahkan memukul Brigadir Yoshua.

Febri menyebut Bharada Eliezer atau Bharada E salah mengartikan perintah 'hajar chard' yang diberikan Ferdy Sambo. Hingga akhirnya terjadilah peristiwa penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan Jumat 8 Juli 2022.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X